Rano Karno Dorong Pendidikan Inklusif, Tak Boleh Ada Anak Tertinggal di Jakarta

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 04 Mei 2026 | 14:12 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Beritanasional/Lydia)
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (Beritanasional/Lydia)

BeritaNasional.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menegaskan visi Jakarta untuk menjadikan pendidikan sebagai jalan pembebasan, kemajuan, dan kemanusiaan dalam Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional tingkat Provinsi 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (4/5/2026).

“Pendidikan harus menjadi jembatan, bukan tembok. Pendidikan harus menjadi pintu, bukan pagar,” tegas Rano dikutip dari siaran pers Pemprov DKI, Senin (4/5/2026).

Ia menekankan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memastikan tidak ada anak yang tertinggal pendidikan akibat kondisi ekonomi, akses, maupun hambatan lainnya seperti ijazah tertahan atau bencana.

Rano menyebut sejumlah program telah dijalankan, di antaranya pemutihan ijazah bagi pelajar kurang mampu dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK, hingga PKBM. Bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI Jakarta, pada tahap pertama 2026 akan dibagikan ijazah kepada 2.026 peserta didik.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga melepas 561 alumni SMK untuk bekerja di Jepang, Malaysia, dan Jerman sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing tenaga kerja muda.

Pada kesempatan itu, Rano menilai Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum refleksi bahwa masa depan bangsa tidak hanya dibangun oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh kualitas pendidikan.

“Pendidikan adalah jalan panjang untuk memerdekakan manusia. Itulah roh besar yang diwariskan Ki Hajar Dewantara,” ujarnya.

Ia juga menyoroti filosofi pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, yang menurutnya harus terus dihidupkan dalam dunia pendidikan di Jakarta.

Rano turut memberikan apresiasi kepada para guru yang disebutnya sebagai penjaga api peradaban.

“Setiap murid yang berhasil bangkit dan menemukan arah hidup, setiap keluarga yang masa depannya berubah karena pendidikan, di sana ada jejak sunyi seorang guru,” ucapnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: