Menko AHY Ungkap Tujuan Tanggul Laut Pantura, Jaga Produksi Pangan Salah Satunya

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 04 Mei 2026 | 23:01 WIB
Ilustrasi tanggul laut - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara menambal tanggul laut Muara Baru yang bocor di kawasan Muara Baru, Jakarta, Selasa(5/12/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Ilustrasi tanggul laut - Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara menambal tanggul laut Muara Baru yang bocor di kawasan Muara Baru, Jakarta, Selasa(5/12/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan beberapa tujuan pembangunan tanggul laut di Pantai Utara (Pantura) Jawa, salah satunya adalah untuk menjaga produksi pangan yang terdampak air laut di kawasan tersebut. 

"Kemudian juga sekaligus menjaga produksi pangan. Karena selain sentra-sentra industri yang harus kita lindungi yang juga jangan dilupakan adalah cukup banyak sentra-sentra pangan, kawasan-kawasan pangan atau pertanian yang harus dipastikan juga terlindungi dari intrusi air laut," kata AHY dalam Kick-Off Meeting Infrastruktur Perlindungan Pesisir Pantura Jawa Terpadu di Jakarta, Senin (4/5/2026).

AHY menjelaskan, dari total luas sawah 1,5 juta hektar di Jawa, 115 ribu hektarnya terdampak air laut. Sehingga, hal ini harus dicegah dengan berbagai pembangunan infrastruktur.

"Ini harus kita cegah. Investasi dalam modernisasi pertanian tentu dalam bentuk modernisasi irigasi, termasuk juga diversifikasi tanaman menjadi lebih visible," ujar AHY. 

Sebagai informasi, Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto meminta rencana induk (master plan) perlindungan Pantai Utara atau Pantura Jawa untuk segera disusun.

Presiden RI Prabowo Subianto menyebutkan bahwa Proyek Strategis Nasional Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) siap dibangun membentang di pantai utara Jawa (Pantura) untuk melindungi 50 juta penduduk dari tingginya permukaan air laut.

Prabowo menjelaskan, pembangunan tanggul laut raksasa di Pantura menjadi solusi pemerintah dalam menghadapi kenaikan air laut sekitar 5 sentimeter per tahun akibat dampak perubahan iklim.

Prabowo menilai ancaman perubahan iklim sudah di depan mata. Selain itu, sebanyak 60 persen industri nasional berada di kawasan pantai utara Jawa. Lahan sawah produktif yang menjadi lumbung pangan nasional juga dapat terancam jika tanggul laut tidak segera dibangun.

Kepala Negara juga menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat dan aset strategis bangsa.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: