Iran Bantah Terlibat dalam Insiden Ledakan Kapal Korsel di Selat Hormuz
BeritaNasional.com - Kedutaan Besar Iran di Seoul memberikan klarifikasi tegas terkait insiden yang menimpa kapal milik Korea Selatan (Korsel) di jalur perairan strategis, Selat Hormuz.
Teheran membantah keras tuduhan yang menyebut keterlibatan militer mereka dalam peristiwa tersebut.
Melalui pernyataan resmi pada Kamis (7/5/2026), pihak Kedutaan menyatakan "menolak dan menyangkal segala bentuk spekulasi yang menyudutkan angkatan bersenjata Republik Islam Iran.
Pihak Iran menjelaskan, sejak meningkatnya tindakan agresif dari Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya pada Februari, Selat Hormuz telah ditetapkan sebagai bagian integral dari geografi pertahanan Iran.
Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap para penyerang maupun pendukung mereka.
Iran menilai, kerawanan keamanan yang terjadi di jalur perdagangan penting tersebut merupakan dampak langsung dari ketegangan yang dipicu oleh "pasukan musuh dan sekutu mereka."
"Pelayaran yang aman di selat tersebut memerlukan kepatuhan penuh terhadap regulasi yang berlaku serta koordinasi dengan otoritas Iran," tulis pernyataan Kedubes Iran.
Kronologi Insiden Kapal HMM Namu
Sebelumnya, kantor berita Yonhap melaporkan adanya ledakan yang memicu kebakaran di kapal curah berbendera Panama, HMM Namu, pada Senin malam. Saat kejadian, kapal tersebut sedang berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA).
Beruntung, api berhasil dipadamkan dan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Sebanyak 24 awak kapal—yang terdiri dari enam warga Korea Selatan dan 18 warga negara asing—dilaporkan selamat tanpa luka. Kementerian Luar Negeri Korsel mengonfirmasi bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 20.40 waktu setempat.
Kondisi di Selat Hormuz memang tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari silam. Teheran membalas serangan tersebut dengan menyasar aset-aset AS dan melakukan gangguan terhadap pelayaran di kawasan tersebut.
Situasi semakin rumit setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz sejak 13 April lalu. Meski demikian, Iran kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga keselamatan navigasi internasional sesuai dengan hukum maritim yang berlaku.
Sumber: Antara
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







