Iran Ancam Bom Pusat Militer AS jika Kapal Tankernya Diganggu di Selat Hormuz
BeritaNasional.com - Situasi di kawasan Timur Tengah kembali memanas. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) siap meluncurkan serangan besar-besaran terhadap pusat militer Amerika Serikat (AS) dan kapal-kapal musuh jika kapal tanker maupun kapal komersial milik Iran diganggu.
Ancaman ini disampaikan melalui unggahan di platform media sosial X pada Sabtu (9/5/2026), menyusul rangkaian bentrokan sporadis yang melibatkan militer Iran dan Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz dalam dua hari terakhir.
Blokade di Selat Hormuz Memanas
Ketegangan ini berakar dari kebijakan Iran yang memperketat kendali di Selat Hormuz sejak 28 Februari lalu.
Saat itu, Teheran melarang seluruh kapal yang berafiliasi dengan Israel dan Amerika Serikat untuk melintas. Kebijakan tersebut diambil sebagai respons atas serangan gabungan kedua negara ke wilayah kedaulatan Iran.
Di sisi lain, Amerika Serikat membalas dengan memberlakukan blokade angkatan laut di jalur perairan vital tersebut.
Militer AS berupaya mencegah kapal-kapal dari dan menuju pelabuhan Iran untuk melintas. Bahkan, dilaporkan beberapa kapal dan tanker minyak Iran telah menjadi sasaran serangan militer AS selama beberapa hari terakhir.
Rudal dan Drone Iran Siap Tembak
Menanggapi tindakan AS, Divisi Dirgantara IRGC menyatakan bahwa kekuatan tempur mereka kini dalam posisi siaga penuh. Melalui unggahan lain di media sosial, mereka mengklaim bahwa sistem rudal dan armada drone Iran telah mengunci koordinat target-target militer AS di kawasan tersebut.
Kesiapan tempur ini bukan sekadar gertakan. IRGC menegaskan bahwa pasukannya hanya tinggal menunggu instruksi terakhir dari pusat komando.
"Kami sedang menunggu perintah untuk menembak," tulis pernyataan resmi Divisi Dirgantara IRGC di platform X.
Ancaman serangan balik ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka di Selat Hormuz, salah satu jalur logistik minyak paling krusial di dunia. Dunia kini menanti respons Gedung Putih atas provokasi terbuka dari Teheran tersebut.
Sumber: Xinhua News
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







