Mesir dan Qatar Desak AS-Iran Redakan Tensi Timur Tengah
BeritaNasional.com - Mesir dan Qatar menyerukan agar Amerika Serikat (AS) dan Iran menunjukkan tanggung jawab dan kebijaksanaan di tengah situasi Timur Tengah yang kian memanas.
Seruan ini muncul setelah upaya perdamaian sebelumnya menemui jalan buntu dan konflik fisik kembali pecah di perairan strategis.
Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Perdana Menteri sekaligus Menlu Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Jassim Al-Thani mengadakan pembicaraan serius via telepon pada Sabtu (9/5/2026). Keduanya sepakat kawasan saat ini sedang berada dalam fase yang sangat sensitif.
Berdasarkan pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Mesir, kedua diplomat senior tersebut menekankan bahwa penyelesaian perselisihan harus sepenuhnya bergantung pada jalur diplomasi.
Mereka mendesak semua pihak untuk mendukung proses negosiasi demi menghindari kehancuran yang lebih luas.
"Stabilitas regional hanya bisa terjaga jika solusi politik diprioritaskan. Hal ini sangat penting untuk melestarikan sumber daya serta masa depan rakyat di kawasan tersebut," tegas pernyataan bersama tersebut yang dikutip dari Xinhua News pada Minggu (10/5/2026).
Gagalnya Perundingan dan Kembalinya Kontak Senjata
Kekhawatiran Mesir dan Qatar bukan tanpa alasan. Sejarah konflik dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan betapa rapuhnya situasi di lapangan:
- 28 Februari: Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat menghantam wilayah Iran.
- 8 April: Sempat tercapai kesepakatan gencatan senjata.
Pascagencatan Senjata: Serangkaian pembicaraan damai yang panjang digelar di Pakistan, namun sayangnya gagal membuahkan kesepakatan permanen.
Kondisi Memanas di Selat Hormuz
Kini, harapan akan perdamaian kembali teruji. Bentrokan fisik dilaporkan kembali meletus di sekitar Selat Hormuz.
Militer Amerika Serikat dilaporkan melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Iran dan wilayah pesisir.
Tak tinggal diam, Teheran membalas dengan mengerahkan armada rudal dan drone yang menargetkan kapal-kapal perusak milik AS.
Situasi di jalur logistik minyak dunia ini kian tidak menentu, memicu kekhawatiran global akan gangguan ekonomi dan keamanan internasional.
Melalui desakan ini, Mesir dan Qatar berharap Washington dan Teheran dapat meredam ego masing-masing demi mencegah perang terbuka yang lebih besar di Timur Tengah.
Sumber: Xinhua News
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu






