Tumpahan Minyak Trinidad-Tobago Cemari Ekosistem Teluk Paria dan Pesisir Venezuela

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 10 Mei 2026 | 15:15 WIB
Tumpahan minyak dari Trinidad Tobago, Laut Karibia cemari wilayah pesisir. (BeritaNasional/X The Informant)
Tumpahan minyak dari Trinidad Tobago, Laut Karibia cemari wilayah pesisir. (BeritaNasional/X The Informant)

BeritaNasional.com - Tumpahan minyak yang mengandung senyawa hidrokarbon dari Trinidad dan Tobago, negara kepulauan di laut Karibia telah mencemari ekosistem di Teluk Paria dan wilayah pesisir Venezuela.

“Pemerintah Republik Bolivarian Venezuela menyampaikan keprihatinannya kepada komunitas internasional terkait tumpahan hidrokarbon yang berasal dari Republik Trinidad dan Tobago, yang telah menyebabkan kerusakan lingkungan serius di Teluk Paria serta wilayah pesisir negara bagian Sucre dan Delta Amacuro,” kata Menteri Luar Negeri Venezuela Yvan Gil melalui Telegram, yang Sputnik, Minggu (10/5/2026).

Gil menyampaikan, laporan teknis awal mengonfirmasi adanya dampak terhadap wilayah laut, garis pantai, ekosistem sensitif, dan komunitas nelayan di Venezuela. Pemerintah juga memperingatkan adanya risiko terhadap hutan bakau, lahan basah, kehidupan laut, serta sumber daya hayati yang memiliki nilai strategis.

Otoritas Venezuela juga telah menginstruksikan kementerian luar negeri untuk segera meminta informasi lengkap mengenai insiden tersebut, termasuk rencana tindakan untuk menahan dan mengurangi dampak tumpahan minyak itu.

Caracas juga menuntut kepatuhan terhadap kewajiban berdasarkan hukum lingkungan internasional serta langkah mendesak untuk memberikan kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan.

Venezuela sekaligus menegaskan akan terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi ekosistem yang terdampak dan mendukung masyarakat yang terkena dampak.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada komentar resmi dari otoritas Trinidad dan Tobago. Teluk Paria, yang memisahkan Venezuela dan Trinidad, merupakan area utama produksi minyak dan gas, di mana insiden lingkungan terkait infrastruktur minyak telah terjadi lebih dari sekali sebelumnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: