Menhub Dudy Absen, Komisi V DPR Tunda Rapat Bahas Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 13 Mei 2026 | 14:42 WIB
Rapat Komisi V DPR RI dengan Menhub, Menteri PU, Kepala Basarnas, serta KNKT pada Rabu (13/5/2026) ditunda. (BeritaNasional/YT DPR)
Rapat Komisi V DPR RI dengan Menhub, Menteri PU, Kepala Basarnas, serta KNKT pada Rabu (13/5/2026) ditunda. (BeritaNasional/YT DPR)

BeritaNasional.com - Komisi V DPR RI menunda rapat kerja bersama Menteri Perhubungan (Menhub), Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU), Kepala Basarnas, serta KNKT membahas kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dan kecelakaan perkeretaapian lainnya.

Rapat ditunda lantaran Menhub Dudy Purwagandhi berhalangan hadir karena sakit. Dudy juga telah mengirimkan surat kepada DPR untuk meminta rapat ditunda atau dilanjutkan dengan diwakili Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol (Purn) Suntana.

Namun, hasil kesepakatan bersama di Komisi V, enam fraksi meminta agar rapat ditunda sampai kehadiran Menteri Perhubungan, sementara dua fraksi meminta untuk dilanjutkan. Tiga dari empat pimpinan Komisi V juga meminta agar rapat ditunda.

"Kesimpulan yang saya ambil tadi sudah saya sampaikan, tiga dari empat pimpinan minta rapat ini ditunda, enam dari delapan unsur fraksi yang ada minta rapat ini juga ditunda sesuai tata tertib," ujar Ketua Komisi V DPR RI Lasarus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Lasarus berharap Menhub Dudy Purwagandhi bisa bersedia hadir untuk rapat bersama membahas masalah kecelakaan perkeretaapian.

"Jadi saya ingin sampaikan Pak Menteri apalagi mitra kerja Komisi V kan pasti sahabat kita ya, kita doakan semoga beliau cepat sembuh amin ya, bisa cepat hadir di rapat ini di waktu yang akan datang ya. Tapi demi aturan rapat ini terpaksa kita tunda dulu ya. Teman-teman rapat ini kita tunda, saya ketok dulu ya. Baik sudah setuju," ujarnya sambil mengetok palu persetujuan penundaan rapat.

Lasarus juga menejelaskan, kehadiran Menteri Perhubungan rapat kali ini menjadi penting. Karena fokus utama adalah membahas kecelakaan kereta api yang terjadi belakangan, sampai masalah kecelakaan bus yang menjadi ranah kewenangan Kementerian Perhubungan.

"Oleh karenanya, saya minta persetujuan teman-teman karena fokus dan lokus kita hari ini adalah terkait dengan perhubungan sebetulnya, yaitu kecelakaan kereta api yang beberapa waktu lalu sama-sama kita ketahui, yang sangat menyita perhatian publik, yaitu kejadian di Stasiun Bekasi Timur," ujar Lasarus.

"Dan ada beberapa lokasi juga rentetan waktu itu kecelakaan kereta, termasuk nabrak truk, kemudian ada lagi nabrak mobil penumpang, dan juga ada kecelakaan bus yang menelan korban jiwa juga cukup banyak," tambahnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: