Indonesia Ditawari Fregat Siluman dan Kapal Selam Jepang, Ini Respons Kemhan
BeritaNasional.com - Indonesia turut mendapatkan tawaran untuk pembelian alat utama sistem persenjataan (alutsista) dari Jepang. Tawaran itu berupa kapal fregat kelas Mogami dan kapal selam yang disampaikan melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.
Merespon kabar tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan RI, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menyatakan tawaran itu masih bersifat kajian belum ada kesepakatan final untuk pengadaan.
“Terkait beberapa produk alutsista dari Jepang yang berkembang di ruang publik, dapat kami sampaikan bahwa saat ini sifatnya masih dalam tahap penawaran dan penjajakan awal kerja sama. Belum ada keputusan ataupun tahapan pengadaan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia,” kata Rico saat dihubungi dikutip Kamis (14/5/2026).
Lantas, Rico menyatakan proses pengkajian dilakukan dengan mempertimbangkan empat faktor penentu yang menjadi dasar dari İndonesia dalam pengadaan alutsista.
“Dalam setiap peluang kerja sama pertahanan, termasuk dengan Jepang, seluruh opsi akan dikaji secara komprehensif sesuai kebutuhan operasional, kemampuan anggaran, transfer teknologi, serta kepentingan nasional Indonesia,” jelasnya.
“Karena itu, berbagai pembahasan yang ada saat ini masih berada pada level komunikasi dan eksplorasi kerja sama antar kedua negara,” tambah dia.
Spesifikasi Mogami
Fregat Kelas Mogami, atau yang dikenal dengan kode 30FFM, adalah mahakarya terbaru dari Mitsubishi Heavy Industries. Dibangun untuk menjaga perairan Jepang, kapal ini dirancang dengan teknologi siluman atau stealth yang membuatnya sangat sulit dilacak oleh musuh.
Satu hal yang paling mencolok adalah tingkat otomatisasinya sangat tinggi. Jika kapal fregat sekelasnya membutuhkan lebih dari 150 personel, Mogami cukup dioperasikan oleh 90 awak kapal saja. Efisiensi ini menjadi standar baru dalam dunia militer modern.
Soal kecepatan, Mogami tidak main-main. Berbekal mesin turbin gas Rolls-Royce dan mesin diesel MAN, kapal ini mampu melesat hingga 30 knot atau sekitar 55 kilometer per jam.
Bahkan untuk Urusan persenjataan pun sangat lengkap, Di bagian depan, terpasang meriam besar kaliber 127 mm. Untuk pertahanan udara, tersedia peluncur vertikal atau VLS yang mampu menampung hingga 32 rudal. Tak ketinggalan, kapal ini dibekali rudal anti-kapal Type 17, torpedo bawah air, serta helikopter SH-60 Seahawk untuk memburu kapal selam lawan.
Kapal Selam
Sementara untuk tawaran kapal selam belum dijelaskan lebih spesifik jenisnya, namun dari hasil penelusuran sempat tercatat jika Indonesia melalui Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali sempat melirik Kapal Selam Oyashio Class.
Hal itu terlihat dari kunjungan Kasal ke JS Narushio-SS595 yang sedang sandar di Hiyou Wharf, Yokosuka yang diterima oleh Commander Fleet Submarine Force Vice Admiral Nobuyuki Takenaka dan Komandan JS Narushio pada Senin (29/9/2025) silam.
Kapal selam konvensional tersebut memiliki pengalaman operasi yang tinggi serta didesain dengan teknologi stealth dan ketahanan operasional di bawah air. Kunjungan ini merupakan upaya penguatan kerjasama pengembangan kapasitas dan teknologi Alpalhankam serta bertukar pikiran manajemen operasional armada kapal perang
EKBIS | 13 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu







