KPK dan Ombudsman Perkuat Kolaborasi Cegah Korupsi Berbasis Pelayanan Publik

Oleh: Panji Septo R
Jumat, 15 Mei 2026 | 06:14 WIB
Ketua KPK Setyo Budiyanto. (BeritaNasional/Panji)
Ketua KPK Setyo Budiyanto. (BeritaNasional/Panji)

BeritaNasional.com -  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman Republik Indonesia menyepakati penguatan kolaborasi dalam upaya pencegahan korupsi yang berakar dari persoalan pelayanan publik.

Ketua KPK Setyo Budiyanto mengatakan penguatan layanan publik yang transparan dan akuntabel menjadi fondasi kunci pencegahan tindak pidana korupsi.

Ia menilai praktik korupsi masih banyak terjadi pada sektor pelayanan publik, khususnya perizinan, meskipun digitalisasi telah berjalan.

“Korupsi umumnya melibatkan uang negara, baik dari APBN maupun APBD,” ujar Setyo dalam keterangan tertulis dikutip Jumat (15/5/2026).

“Dengan berbagai bentuk seperti uang perjalanan dinas atau pengadaan barang dan jasa,” tambahnya.

Setyo juga menungkap modus-modus tersebut sudah dikenali dan dikelompokkan dalam tujuh kategori.

Di antaranya, kerugian keuangan negara, suap-menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dalam pengadaan, dan gratifikasi.

“Modusnya pun sudah dikenali, yang dikelompokkan dalam tujuh kategori, seperti penyuapan dan konflik kepentingan,” jelas Setyo.

Dalam kesempatan itu, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyoroti persoalan pelayanan publik yang dinilai berakar dari kondisi birokrasi.

Ia menilai berbagai problem seperti keterbatasan anggaran, rigiditas birokrasi, dan sistem yang membuka celah penyimpangan menjadi faktor menghambat perbaikan layanan.

“Saya harap laporan aduan masyarakat yang ranahnya korupsi bisa disampaikan ke KPK dan laporan terkait maladministrasi yang masuk ke KPK akan kami sampaikan ke Ombudsman,” ucap Fitroh.

Di sisi Ombudsman, Wakil Ketua Rahmadi Indra Tektona berharap agar kolaborasi kedua lembaga terus diperkuat dan menghasilkan langkah konkret.

“Melalui audiensi ini, saya berharap terbangun kerja sama yang semakin erat, dialog yang konstruktif,” ujar Rahmadi.

“Serta pertukaran gagasan yang menghasilkan langkah-langkah kolaboratif dan konkret kedepan demi kemajuan Indonesia,” tandasnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: