Kecelakaan Maut Bus ALS di Muratara Masuk Tahap Penyidikan, Polda: Pengemudi Berupaya Hindari Lubang
BeritaNasional.com - Proses penyelidikan kecelakaan Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) Sumatera Selatan (Sumsel) yang merenggut belas korban meninggal dunia kini naik ke tahap selanjutnya. Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Rony Samtana mengatakan upaya membuat terang penyebab tragedi kecelakaan itu oleh penyidik sudah naik ke tahap penyidikan.
“Terkait dengan proses penyelidikan, dapat kami sampaikan bahwa tim penyelidik lalu lintas dari Polda Sumatera Selatan dibantu tim TAA dari Korps Lalu Lintas Polri, saat ini proses penanganan sudah naik ke tahap penyidikan,” ujarnya dilansir Antara, Sabtu (16/5/2026).
Proses penanganan dilakukan oleh tim penyelidik lalu lintas Polda Sumsel bersama tim Traffic Accident Analysis (TAA) Korps Lalu Lintas Polri untuk mengungkap penyebab kecelakaan tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara dan keterangan para saksi, kecelakaan diduga terjadi saat pengemudi berupaya menghindari lubang di jalan.
“Dari hasil penyelidikan sementara berdasarkan keterangan saksi-saksi yang ada, terjadinya kecelakaan ini akibat 'driver' atau pengemudi menghindari lubang yang ada di jalan,” terangnya.
Hingga kini kepolisian masih mendalami seluruh rangkaian kejadian sebelum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Penetapan tersangka nantinya akan dilakukan melalui gelar perkara bersama jaksa penuntut umum. Selanjutnya akan berkoordinasi dengan dinas perhubungan terkait pemeriksaan kelaikan kendaraan dan perizinan bus ALS yang mengalami kecelakaan.
“Terkait kendaraan, apakah layak atau tidak layak, serta masalah perizinan, nanti akan kita komunikasikan dengan dinas perhubungan,” katanya.
Penyidik juga masih mendalami penyebab api yang dengan cepat menghanguskan badan bus setelah benturan terjadi. Dugaan sementara sumber api berasal dari tangki kendaraan, namun titik awal kebakaran masih dianalisis lebih lanjut oleh tim TAA.
Terkait dengan data manifes penumpang sementara diperoleh dari keterangan saksi selamat bernama Fadli.
Berdasarkan keterangan tersebut, dua penumpang yang naik dari Pati, lima orang dari Semarang, tiga orang dari Tegal dan tiga orang dari Lampung.
Selain itu, kepolisian juga masih melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah yang belum teridentifikasi.
Polisi turut mendalami data penumpang untuk mencocokkan identitas korban dengan manifes perjalanan.
Proses identifikasi dilakukan bersama tim Disaster Victim Identification (DVI) dengan metode ilmiah, termasuk tes DNA dan data pendukung lainnya. (Antara)
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 jam yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu




