Penjualan EV Lesu, Honda Beralih Pasok Baterai untuk Pusat Data

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 02 Juli 2026 | 19:10 WIB
Pabrik Kumamoto sebagai pusat produksi motor dan produk tenaga Honda. (Foto/doc Honda Co)
Pabrik Kumamoto sebagai pusat produksi motor dan produk tenaga Honda. (Foto/doc Honda Co)

BeritaNasional.com - Honda mulai memproduksi baterai yang dirancang khusus untuk sistem penyimpanan energi (baterai stasioner) guna menghidupi pusat data (data center).

Berdasarkan laporan Nikkei Asia yang dikutip dari TechCrunc pada Kamis (2/7/2026), langkah perusahaan raksasa otomotif asal Jepang ini sekaligus mengukuhkan posisi sebagai pabrikan mobil terbaru yang ikut berbisnis di pasar energi global.

Pergeseran strategi ini terjadi hanya berselang tiga bulan setelah Honda memutuskan untuk membatalkan total program kendaraan listrik (EV) di Amerika Serikat (AS).

Awalnya, baterai tersebut diproduksi di pabrik Ohio melalui perusahaan patungan (joint venture) bersama LG Energy Solution untuk disematkan pada mobil listrik. 

Namun, alih-alih mengaspal di jalanan, baterai-baterai tersebut akan dialihkan untuk menghidupi pusat data.

Keputusan Honda ini dipicu oleh lesunya pasar EV di AS. Kondisi ini diperparah setelah Partai Republik mencabut insentif pajak yang semula ditujukan untuk mendongkrak produksi EV dan baterai domestik.

Akibat penghapusan insentif pada September lalu, angka penjualan mobil listrik baru terus merosot dari tahun ke tahun karena konsumen telah mempercepat pembelian mereka sebelumnya.

Ketidakpastian pasar ini memaksa Honda merombak total strateginya dan menyuntik mati tiga model EV yang awalnya disiapkan untuk pasar AS.

Honda bahkan harus membukukan kerugian hingga USD 15,7 miliar (sekitar Rp257 triliun) pada tahun fiskal lalu yang sebagian besar tersedot untuk biaya restrukturisasi strategi EV.

Meski merugi di sektor mobil listrik, Honda memilih untuk mempertahankan kemitraan dengan LG Energy. 

Mengikuti jejak kompetitornya seperti Tesla, Ford, dan GM, Honda sadar betul bisnis baterai stasioner adalah tambang emas baru yang sangat menjanjikan.

Pasar Penyimpanan Energi yang Menggiurkan

Berdasarkan data dari SEIA dan Benchmark Minerals, pasar penyimpanan energi stasioner saat ini tumbuh luar biasa hingga 32 persen dari tahun ke tahun. 

Sebagai gambaran, pada kuartal pertama tahun ini, kapasitas penyimpanan energi yang terpasang sudah mencapai 9,7 gigawatt-hour (GWh). Angka itu setara dengan kapasitas baterai untuk 120 ribu mobil listrik.

Tren positif ini diprediksi akan terus meroket. Pada akhir dekade nanti, instalasi penyimpanan energi diperkirakan menembus 110 GWh per tahun atau hampir tiga kali lipat dari ukuran pasar saat ini.

Selain pasarnya yang luas, bisnis ini sangat basah. Tesla yang saat ini menguasai pasar lewat produk Megapack dan Powerwall mampu mengantongi margin keuntungan kotor hingga 30 persen. 

Angka tersebut dua kali lipat lebih besar ketimbang margin keuntungan yang mereka dapatkan dari menjual mobil.

Saat ini, mayoritas baterai stasioner tersebut dipasang di pusat data dan diintegrasikan ke jaringan listrik global.

Sumber: TechCrunchsinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: