Menuju Game 7: Hidup Mati Cavaliers dan Pistons Berebut Tiket Final Wilayah Timur

Oleh: Tarmizi Hamdi
Minggu, 17 Mei 2026 | 20:56 WIB
Laga Playoff NBA Pistons vs Cavaliers. (Foto/Instagram Cavs)
Laga Playoff NBA Pistons vs Cavaliers. (Foto/Instagram Cavs)

BeritaNasional.com - Atmosfer kompetisi NBA bersiap mencapai puncaknya pada Minggu (17/5/2026) malam waktu setempat. 

Sebuah laga penentu yang sarat genggaman emosi akan tersaji saat Detroit Pistons bersiap menjamu Cleveland Cavaliers dalam Game 7 Semifinal Wilayah Timur. Pemenang dari duel ini sudah ditunggu oleh New York di babak Final Wilayah.

Bagi kedua tim, laga pemungkas ini bukanlah wilayah baru. Ini menjadi kali kedua berturut-turut bagi Cavaliers maupun Pistons harus melewati drama tujuh pertandingan penuh untuk menentukan nasib mereka di babak playoff.

Sejarah mencatat kedua tim memiliki mental baja dalam laga penentu. Sejak 1990, Pistons memegang rekor impresif 6-1 di Game 7. 

Di sisi lain, Cavaliers juga tidak kalah mentereng dengan rekor bersih 5-0 di Game 7 sejak 2016. Dua kemenangan di antaranya justru diraih di markas lawan.

"Pertandingan ke-7. Itu adalah frasa yang pasti membangkitkan banyak kenangan indah bagi penggemar Cleveland Cavaliers dan Detroit Pistons," sebut sebuah catatan yang dikutip dari laman resmi NBA pada Minggu.

Ujian Berat Tanpa Keuntungan Kandang

Pada babak pertama lalu, Cleveland maupun Detroit sukses melewati rintangan Game 7 berkat keuntungan bermain di hadapan publik sendirim Cleveland mendepak Toronto, sementara Detroit menyingkirkan Orlando. Kali ini, Cavaliers harus tampil tanpa kemewahan tersebut.

“Saya sudah pernah melihat film ini sebelumnya,” kata Pelatih Cavaliers Kenny Atkinson. 

“Ini sulit. Ini berat. Dan memang seharusnya begitu. Untungnya, kami telah menempatkan diri pada posisi untuk memainkan Game 7. Tapi inilah intinya. Playoff itu sulit. Kita harus menyelesaikannya di Game 7,” tambahnya.

Cavaliers sebenarnya sempat berada di atas angin setelah mencuri kemenangan di Game 5 di Detroit. 

Sayangnya, peluang emas untuk menutup seri di kandang sendiri menguap begitu saja setelah mereka digulung 115-94 pada Jumat lalu. Alhasil, mereka harus rela kembali terbang ke Detroit.

“Ini hanya satu pertandingan tandang. Tidak ada cara lain untuk menggambarkannya,” kata guard Cavaliers, James Harden. 

“Anda harus memperhatikan detail, Anda harus memulai dengan sangat baik, dan Anda harus mempertahankan dan menjaganya sepanjang pertandingan, berapa pun lamanya. Ini benar-benar hanya satu pertandingan. Bukan berarti Anda harus sempurna, tetapi kita harus melakukan detail yang telah kita tekankan,” tambahnya.

Kebangkitan Sang Mantan

Di kubu tuan rumah, Pistons bertransformasi menjadi tim yang sangat tangguh saat terdesak. Kemenangan telak hari Jumat lalu memperpanjang rekor mereka menjadi 4-0 musim ini saat menghadapi situasi eliminasi. 

Catatan ini luar biasa, mengingat mereka hanya memenangkan total empat laga eliminasi dalam dua dekade terakhir, periode kelam di mana Detroit lebih banyak absen dari babak playoff.

Namun, Pistons musim ini adalah fajar baru. Dari tim yang dua musim lalu menjadi bahan cemoohan karena hanya menang 14 kali dalam satu musim, kini mereka melesat menjadi penguasa Wilayah Timur di sepanjang musim reguler.

“Kami tetap fokus pada saat ini,” kata guard Pistons, Cade Cunningham. 

“Kami tidak terburu-buru. Tetapi yang terpenting, kami tetap bersatu. Ketika keadaan menjadi buruk atau apa pun, kami berkumpul, kami berbicara, kami kembali fokus pada saat ini, dan then kami bergerak maju dari sana,” tambahnya.

Mentalitas pantang menyerah ini juga mendapat pujian dari sang pelatih, JB Bickerstaff.

“Mereka tidak pernah menyerah. Tekad yang mereka miliki, kepercayaan yang mereka miliki satu sama lain, mereka memiliki kemampuan untuk bangkit kembali secara mental dan tidak terpaku pada hal-hal negatif. Kuarter tidak mengganggu mereka. Babak pertama tidak mengganggu mereka. Mereka hanya melanjutkan ke permainan berikutnya, fokus dari momen ke momen dan mencoba memenangkan apa yang ada di depan mereka,” tambah Bickerstaff.

Berburu Sejarah Langka NBA

Siapa pun yang keluar sebagai pemenang pada laga Minggu nanti akan mengukir sejarah langka. Sejak NBA menerapkan format best-of-seven di babak pertama pada tahun 2003, baru ada lima tim yang mampu melaju ke final konferensi setelah dipaksa bermain hingga Game 7 di dua babak pembuka.

Berikut adalah daftar tim yang pernah melewati jalur terjal tersebut:

  • Dallas Mavericks (2003): Finis dengan rekor 60-22, Dallas harus memeras keringat untuk menekuk Portland 4-3 dan Sacramento 4-3, sebelum akhirnya tumbang dari San Antonio di Final Wilayah Barat dalam enam gim.
  • Phoenix Suns (2006): Menjadi unggulan kedua Barat dengan rekor 54-28, Suns melewati drama tujuh gim melawan Lakers dan Clippers, sebelum langkah mereka dihentikan Dallas di Final Wilayah Barat.
  • Boston Celtics (2008): Juara NBA yang menempuh jalur paling mendebarkan. Sebagai unggulan pertama Timur (66-16), Boston dipaksa bermain 7 gim oleh Atlanta dan Cleveland di dua babak awal. Mereka kemudian sukses menyingkirkan Detroit dan Lakers untuk mengangkat trofi juara.
  • Toronto Raptors (2016): Mengantongi rekor 56-26, Raptors membutuhkan tujuh pertandingan penuh untuk mendepak Indiana dan Miami, hingga akhirnya menyerah di tangan Cleveland pada Final Wilayah Timur.
  • Denver Nuggets (2020): Di musim bubble, Nuggets mencetak sensasi dengan bangkit dari ketertinggalan 3-1 saat melawan Utah dan Clippers lewat Game 7 yang dramatis, sebelum akhirnya dihentikan oleh Lakers di Final Wilayah Barat.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: