Jaga Daya Beli Masyarakat, Bulog Pastikan Harga Beras SPHP Tetap di Bawah HET

Oleh: Tarmizi Hamdi
Selasa, 19 Mei 2026 | 06:00 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengecek beras SPHP. (Foto/Bulog)
Presiden Prabowo Subianto mengecek beras SPHP. (Foto/Bulog)

BeritaNasional.com - Perum Bulog menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan nasional melalui penyaluran beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). 

Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang tetap ramah di kantong.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan bahwa hingga detik ini, harga beras medium program SPHP di berbagai pelosok tanah air masih terkendali dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dipatok oleh pemerintah.

“Bulog terus memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau. Penyaluran beras SPHP dilakukan secara masif melalui pasar rakyat, Rumah Pangan Kita (RPK), koperasi, hingga Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah,” kata Rizal yang dikutip dari Antara pada Senin (18/5/2026).

Program SPHP ini menjadi salah satu senjata utama pemerintah dalam mengontrol fluktuasi harga beras di pasar domestik. 

Demi kelancaran program, Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Bulog terus mempererat sinergi untuk memperluas jangkauan distribusi agar pasokan pangan merata dari Sabang sampai Merauke.

"Per hari ini, penyaluran beras SPHP oleh Bulog sudah sebanyak 240 ribu ton ke berbagai daerah di Indonesia," ujarnya.

Target Penyaluran Sepanjang Tahun 2026

Guna menjaga daya beli publik dan memaksimalkan pemanfaatan cadangan pangan pemerintah, Bulog bergerak aktif menggandeng pemerintah daerah, Satgas Pangan, distributor, hingga pelaku usaha. 

Koordinasi intensif ini dilakukan agar mata rantai distribusi tidak terhambat dan harga di tingkat konsumen akhir tetap aman.

Sebagai informasi, Bapanas telah memberikan mandat kepada Bulog untuk menggelontorkan total 828 ribu ton beras SPHP sepanjang tahun 2026. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang penyalurannya bersifat berkala demi menjaga harga di tingkat petani saat panen raya, tahun ini beras SPHP dipasok sepanjang tahun tanpa jeda.

Proses distribusi beras stabilisasi ini menyasar berbagai lini demi memperluas akses pasar, antara lain:

  • Pasar rakyat dan swalayan atau toko modern.
  • Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).
  • Gerakan Pangan Murah (GPM) yang bekerja sama dengan kementerian, instansi, dan pemda.
  • Jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) Bulog yang kini kekuatannya mencapai sekitar 80 ribu titik di seluruh Indonesia.

Spesifikasi Beras dan Regulasi Harga

Beras SPHP yang disalurkan merupakan beras dengan kualitas medium. Beras ini memiliki standar kadar air 14% dan tingkat pecahan sekitar 25%. Masyarakat bisa mendapatkannya dalam kemasan kemasan 5 kilogram, dan kini Bulog juga tengah menyiapkan varian kemasan baru seberat 2 kilogram.

Untuk menjaga keadilan harga, penjualan beras SPHP wajib mematuhi ketentuan HET per kilogram yang terbagi ke dalam tiga zonasi berikut:

  • Zona 1 (Rp12.500/kg): Meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi.
  • Zona 2 (Rp13.100/kg): Meliputi Sumatra (kecuali Lampung dan Sumsel), NTT, dan Kalimantan.
  • Zona 3 (Rp13.500/kg): Meliputi wilayah Maluku dan Papua.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: