TNI Bantah Jadi Pemicu Ledakan di Gereja Stasi Intan Jaya Papua Tengah

Oleh: Bachtiarudin Alam
Selasa, 19 Mei 2026 | 13:40 WIB
Ilustrasi TKP ledakan. (Foto/Freepik)
Ilustrasi TKP ledakan. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Komando Operasi (Koops) TNI Habema membantah jika pihaknya terkait dengan insiden ledakan yang terjadi di luar lingkungan Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni, Mbamogo, Distrik Agisiga, Intan Jaya, Papua Tengah, Minggu (17/5/26).

Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna pun menyesalkan adanya narasi beredar terkait ledakan di lokasi yang mengaitkan dengan keterlibatan prajurit TNI.

“Kami menyesalkan adanya pemberitaan dan narasi di media sosial yang langsung menuduh TNI/Polri sebagai pelaku. Di sini kami tegaskan bahwa TNI bukan pelaku pengeboman tersebut”, ucap Wirya dalam keteranganya, dikutip Selasa (19/5/2026).

Hingga saat ini, Wirya menyatakan tim gabungan masih melakukan pendalaman dan verifikasi di lapangan. Termasuk mengidentifikasi bahan peledak yang menjadi temuan awal dan berbeda dengan granat biasa dipakai TNI.

“Kami sampaikan, granat yang ditemukan di lokasi memiliki karakteristik yang tidak sesuai dengan granat standar yang digunakan TNI,” tuturnya.

Selain itu, Wirya menyebut ⁠TNI tidak menggunakan drone bersenjata untuk menyerang warga sipil, apalagi di area ibadah. Karena, iya memastikan pihaknya selalu mengedepankan pendekatan keamanan humanis demi melindungi masyarakat Papua.

“Kami mengimbau seluruh pihak untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi berpotensi memprovokasi dan memperkeruh situasi keamanan di Intan Jaya. Insiden ini sangat mungkin merupakan aksi provokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah TNI dengan masyarakat Papua”, tuturnya.

Atas kejadian ini, Wirya menyatakan Satgas Koops Habema terus melakukan patroli dan pengamanan di wilayah tersebut untuk mencegah aksi serupa terulang. 

“Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak gereja dan tokoh masyarakat setempat untuk memberikan bantuan yang diperlukan kepada para korban. Kami akan terus memberikan update perkembangan secara transparan sesuai fakta yang diperoleh dari tim di lapangan,” tuturnya.

Sedangkan berdasarkan informasi dihimpun, ledakan diduga dari sebuah bom terjadi di area halaman Gereja Stasi Santo Paulus Nabuni Mbamogo pada Minggu (17/5/2026). Dampaknya, empat warga dilaporkan terluka yang saat ini masih menjalani perawatan intensif.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: