Teleskop Pemburu Ledakan Semesta NASA Hampir Jatuh, Misi Penyelamat Orbit Diluncurkan

Oleh: Tim Redaksi
Sabtu, 04 Juli 2026 | 14:30 WIB
Observatorium Neil Gehrels Swift. (Foto/NASA)
Observatorium Neil Gehrels Swift. (Foto/NASA)

BeritaNasional.com - NASA meluncurkan misi luar angkasa pada Jumat (3/7/2026) untuk menyelamatkan sekaligus memperpanjang masa operasional Observatorium Neil Gehrels Swift. 

Misi ini dilakukan dengan cara menaikkan kembali posisi orbit satelit pemburu fenomena kosmik tersebut.

Dilansir dari Xinhua News pada Sabtu (4/7/2026), wahana antariksa robotik bernama LINK yang diproduksi oleh perusahaan Katalyst Space sukses mengangkasa menggunakan roket Northrop Grumman Pegasus XL pada pukul 04.36 waktu setempat. Peluncuran ini dilakukan dari atas langit Atol Kwajalein di Samudra Pasifik Selatan.

Metode peluncurannya terbilang unik. Roket Pegasus XL dilepaskan dari udara pada ketinggian sekitar 12.200 meter oleh pesawat L-1011 yang telah dimodifikasi bernama Stargazer. 

Setelah dilepaskan, mesin roket baru menyala dan berhasil mengantarkan LINK menuju orbit yang telah direncanakan.

Berdasarkan keterangan resmi NASA, satelit yang berada di posisi orbit rendah Bumi (Low Earth Orbit) mengalami gaya gesek akibat atmosfer Bumi. 

Hambatan ini lambat laun akan menurunkan ketinggian satelit jika wahana tersebut tidak dilengkapi dengan sistem penggerak (propulsi) mandiri untuk menjaga posisinya.

Kondisi ini diperparah oleh lonjakan aktivitas matahari dalam beberapa tahun terakhir. Badai matahari yang meningkat membuat peluruhan orbit Observatorium Swift terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan semula. Karena itu, satelit tersebut kehilangan ketinggian secara drastis.

Misi Kilat Kurang dari Setahun

Guna mengatasi ancaman tersebut, NASA menjalin kerja sama dan memberikan kontrak kepada Katalyst Space pada September 2025. 

Dalam waktu kurang dari satu tahun, perusahaan tersebut berhasil merancang, memproduksi, menguji, hingga meluncurkan wahana LINK.

Tugas utama LINK di luar angkasa adalah melakukan manuver pertemuan, menangkap Observatorium Swift, dan mendorongnya kembali ke area orbit yang lebih tinggi dan aman.

"Setelah LINK berhasil memasuki orbit pada hari Jumat, fokus utama tim misi saat ini adalah menangkap sinyal dari wahana tersebut. Langkah ini penting untuk memastikan panel surya telah membentang dengan sempurna dan seluruh sistem daya berfungsi normal," tulis pernyataan resmi NASA.

Penjaga Gerbang Fenomena Paling Dahsyat di Alam Semesta

Sebagai informasi, Observatorium Swift telah mengorbit sejak 2004 untuk mempelajari semburan sinar gamma (gamma-ray bursts) yang dikenal sebagai ledakan paling kuat dan dahsyat di alam semesta.

Selain memantau semburan misterius tersebut, satelit ini bertugas mengamati berbagai fenomena kosmik berenergi tinggi lainnya. 

Observatorium andalan NASA ini dilengkapi dengan tiga teleskop multipanjang gelombang yang mampu mengumpulkan data berharga dalam bentuk cahaya tampak, sinar ultraviolet, sinar-X, hingga sinar gamma.

Melalui keberhasilan misi LINK ini, NASA berharap observatorium legendaris tersebut dapat terus beroperasi dan menyumbang data-data penting bagi ilmu astronomi dunia dalam beberapa tahun ke depan.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: