Prabowo: Indonesia Harus Tentukan Harga Kelapa Sawit Sendiri!

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 20 Mei 2026 | 11:54 WIB
Presiden Prabowo Subianto  saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19. (Foto/YouTube Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, pemerintah tidak ingin harga minyak kelapa sawit Indonesia ditentukan oleh negara lain.

Hal itu disampaikan saat menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-19 terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). 

Mulanya, Prabowo menyoroti posisi Indonesia sebagai produsen dan pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia.

“Indonesia adalah pengekspor minyak kelapa sawit terbesar di dunia. Devisa ekspor minyak kelapa sawit mencapai 23 miliar dolar, setara dengan 391 triliun rupiah pada tahun 2025,” kata Prabowo.

Prabowo lantas mengaku heran karena harga minyak kelapa sawit Indonesia justru masih ditentukan oleh negara lain meski Indonesia menjadi produsen terbesar dunia.

“Dan kita merasa aneh, kita produsen kelapa sawit terbesar di dunia tapi harga kelapa sawit ditentukan di negara lain. Saya mengatakan kepada menteri-menteri saya ini tidak boleh terjadi,” ujar Prabowo.

Kepala Negara menegaskan, pemerintah ingin Indonesia memiliki kedaulatan dalam menentukan harga komoditas sawit nasional.

“Saya tidak mau kelapa sawit kita harganya ditentukan oleh bangsa lain, kita tentukan harga kita. Dan kalau mereka gak mau beli pakai harga kita ya gak usah beli, kita pakai kelapa sawit kita sendiri saudara-saudara sekalian,” tegasnya menandasi.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: