Kemlu RI Tanggapi Penahanan Relawan GSF 2.0 Diikat dan Dipaksa Berlutut oleh Aparat Israel
BeritaNasional.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengecam keras tindakan tentara Israel kepada para relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dipaksa berlutut dengan tangan terikat.
Hal itu diketahui dari rekaman video yang diunggah Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir, melalui akun media sosial X.
Dalam video tersebut sejumlah media internasional terlihat berada di suatu tempat di bawah pengawasan aparat bersenjata.
“Indonesia mengutuk tindakan yang tidak manusiawi terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 yang dilakukan oleh Israel," tulis Kemlu RI dalam keterangannya, Kamis (21/5/2025).
"Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan,” tambahnya
Indonesia menilai perlakuan aparat Israel terhadap armada kemanusiaan tersebut sebagai pelanggaran serius.
“Indonesia kembali menekankan tindakan militer Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla dan relawan yang tergabung di dalamnya adalah pelanggaran nyata terhadap hukum internasional,” tegas Kemlu.
Pemerintah Indonesia memastikan fokus utama saat ini adalah pembebasan seluruh warga negara Indonesia yang ditangkap.
“Pemerintah Indonesia terus fokus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan seluruh WNI yang ditangkap,” lanjut pernyataan itu.
Kemlu RI menyampaikan sejak awal keberangkatan armada GSF telah dilakukan koordinasi erat antara Kemlu, perwakilan RI di kawasan, dan berbagai pihak terkait guna menjamin keselamatan para warga negara Indonesia.
“Pelindungan WNI merupakan prioritas utama. Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pembebasan hingga seluruh WNI dapat kembali dengan selamat ke tanah air secepatnya,” tandas Kemlu.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





