Diduga Diadopsi Ilegal ke Belanda sejak Bayi, Casmat Pulang ke Indonesia Cari Orang Tua Kandung

Oleh: Bachtiarudin Alam
Minggu, 24 Mei 2026 | 12:29 WIB
Casmat van Bloppoel (kanan) dan Kasubdit Kewarganegaraan, Direktorat Tata Negara Kemenkum, Backy (kiri). (BeritaNasional/Kemenkum)
Casmat van Bloppoel (kanan) dan Kasubdit Kewarganegaraan, Direktorat Tata Negara Kemenkum, Backy (kiri). (BeritaNasional/Kemenkum)

BeritaNasional.com - Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum (Kemenkum) melakukan verifikasi pendalaman informasi dan klarifikasi terkait adanya dugaan praktik adopsi ilegal anak Warga Negara Indonesia (WNI) oleh Warga Negara Asing (WNA). 

Pasalnya, pasca-kemerdekaan (periode 1970 hingga 1980-an) ribuan anak Indonesia dibawa ke Belanda, namun banyak dari proses adopsi tersebut diduga ilegal dan melibatkan praktik perdagangan manusia atau pemalsuan dokumen. 

"Saat ini banyak korban yang mencari asal-usul biologis,” kata Kepala Subdirektorat Kewarganegaraan, Direktorat Tata Negara, Backy dalam keterangan tertulisnya, Minggu (24/5/2026).

Seperti halnya seorang dengan nama legal Casmat van Bloppoel yang sesuai dokumen asal Indonesia, korban tercatat dengan nama asli Casmat. Korban dibawa dan di adopsi oleh WNA ke luar negeri sejak bayi usia 3 bulan, identitasnya diubah secara legal menjadi Casmat van Bloppoel. 

Sampai akhirnya, Casmat pun tumbuh besar di sebuah desa di daerah Belanda serta menjadi satu-satunya anak berkulit cokelat di lingkungan tersebut.

"Korban tidak mengetahui dan belum pernah menemui orang tua kandungnya,” ujarnya.

Backy menambahkan, jika terdapat kejanggalan pada dokumen, di mana nama ayah kandung yang tercantum memiliki kemiripan ekstrem dengan nama korban (Casmat).

"Kami menilai ada kejanggalan dalam dokumen" tambahnya.

Sementara itu dalam keterangannya, korban Casmat telah berupaya melacak keluarganya di sebuah desa daerah Pekalongan, Jawa Tengah melalui kantor kelurahan setempat, namun hasilnya masih nihil.

"Sejak tahun 2021, saya telah kembali dan menetap di Indonesia. Saya juga berusaha melacak keberadaan orang tua biologis namun hasilnya masih nihil,” ungkap Casmat.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: