Forum Nasional IKA PTKIN Gelar Rakernas Perdana, Bahas Roadmap Indonesia Emas 2045
BeritaNasional.com - Forum Nasional Ikatan Keluarga Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) akan menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana dan Seminar Nasional pada 13-15 Juli 2026.
Kegiatan tersebut dikemas dalam rangkaian Festival Muharram bertajuk “Islam dan Transformasi Peradaban Dunia” dengan tema seminar “Rekonstruksi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru”.
Penyelenggaraan Rakernas dan seminar ini merupakan tindak lanjut dari pembentukan Forum Nasional IKA PTKIN pada April 2026. Sejak terbentuk, pengurus organisasi telah melakukan safari ke berbagai daerah di Indonesia untuk menyerap aspirasi para pengurus daerah serta membangun sinergi dengan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Ketua Harian Forum Nasional IKA PTKIN sekaligus Ketua Panitia Rakernas dan Seminar Nasional, Ismail Cawidu, mengatakan kegiatan tersebut akan dihadiri perwakilan dari 59 IKA PTKIN se-Indonesia, para rektor PTKIN, serta ratusan guru besar.
“Insyaallah kegiatan ini akan diikuti perwakilan pengurus IKA dari 59 PTKIN se Indonesia, para Rektor PTKIN dan tidak kurang dari 400 Guru Besar (Professor), dengan berbagai latar belakang, yang tersebar di seluruh PTKIN di tanah air. Alhamdulillah mereka telah mengkonfirmasi kehadirannnya,” ujar Ismail, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, tingginya partisipasi para alumni dan civitas akademika menjadi penegas bahwa organisasi tersebut memiliki visi penguatan pemikiran, keumatan, dan kebangsaan yang dapat disinergikan melalui jaringan alumni PTKIN.
Ia menjelaskan, Rakernas sengaja dipadukan dengan seminar nasional untuk memperkaya ruang diskusi melalui pertukaran ide dan gagasan strategis yang berasal dari para guru besar, tokoh nasional, hingga alumni di tingkat akar rumput yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Dalam Rakernas perdana tersebut, sejumlah agenda utama akan dibahas, di antaranya penyusunan program kerja, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta perumusan pokok-pokok pikiran strategis organisasi. Seluruh agenda tersebut difokuskan pada penguatan peran alumni dalam bidang keumatan dan kebangsaan.
Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN, Idrus Marham, menegaskan bahwa organisasi berkomitmen mengawal dan merealisasikan berbagai aspirasi yang dirumuskan dalam Rakernas.
Menurut Idrus, langkah strategis yang akan ditempuh mencakup optimalisasi potensi alumni, penguatan sinergi dengan berbagai elemen bangsa, serta dukungan terhadap visi Indonesia Emas 2045.
“Visi besar tersebut berfokus pada transformasi sosial, ekonomi, dan tata kelola dengan target utama menjadikan Indonesia sebagai negara maju serta kekuatan ekonomi kelima terbesar di dunia,” tegas Idrus.
Ia menambahkan, Rakernas diharapkan mampu melahirkan peta jalan (roadmap) yang jelas bagi kontribusi alumni PTKIN dalam berbagai agenda strategis, termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan riset, penguatan kehidupan keagamaan yang inklusif, pengembangan ekonomi umat berbasis kewirausahaan dan ekonomi syariah, serta peningkatan literasi digital dan ketahanan budaya.
Idrus menilai perumusan roadmap tersebut menjadi penting di tengah dinamika geopolitik global dan berbagai tantangan multidimensi yang dihadapi bangsa, seperti ketimpangan ekonomi, disrupsi budaya, dan potensi polarisasi sosial.
“Rakernas ini bukan sekadar agenda konsolidasi internal, melainkan panggilan mendesak untuk merapatkan barisan dan menerjemahkan tantangan zaman menjadi aksi nyata,” ujarnya.
Ia menegaskan, Forum Nasional IKA PTKIN ingin hadir sebagai bagian dari solusi dalam memperkuat peradaban bangsa, mendorong kemandirian ekonomi umat, serta meningkatkan kontribusi Indonesia dalam peradaban global.
Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar selaku pembina organisasi, menyampaikan harapan agar Rakernas dapat menjadi momentum strategis bagi penguatan peran agama dalam menjawab tantangan pembangunan nasional.
Menurut Nasaruddin, para alumni PTKIN diharapkan mampu mengambil peran transformatif dalam mewujudkan peradaban Indonesia yang religius, moderat, unggul, dan bermartabat.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pilar moderasi beragama melalui narasi yang sejuk dan inklusif, sejalan dengan cita-cita menjadikan Indonesia sebagai episentrum peradaban dunia Islam.
“Di sinilah letak strategisnya Forum Nasional IKA PTKIN dalam menyatukan energi alumni agar kokoh dan tangguh dalam mewujudkan visi besar bersama,” kata Nasaruddin.
HUKUM | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







