Trump: Detail Akhir Kesepakatan Gencatan Senjata Sedang Dibahas
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Nota Kesepahaman dalam pembicaraan gencatan senjata untuk mengakhiri perang AS-Israel dengan Iran sebagian besar telah selesai dinegosiasikan.
Dalam pernyataannya pada Sabtu, Trump mengatakan kesepakatan tersebut akan mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, ia menegaskan bahwa kesepakatan itu masih menunggu tahap finalisasi oleh negosiator dari AS, Iran, dan sejumlah negara lain.
“Sebagian besar telah dinegosiasikan,” ujar Trump mengenai nota kesepahaman tersebut dikutip dari Al-Jazeera, Minggu (24/5/2026).
Trump menyampaikan pengumuman itu setelah melakukan serangkaian panggilan telepon dengan para pemimpin dan pejabat dari Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Pakistan, Yordania, Mesir, Turki, dan Bahrain. Ia juga mengaku berbicara secara terpisah dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
“Aspek dan detail akhir dari kesepakatan tersebut saat ini sedang dibahas, dan akan segera diumumkan,” tulis Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengatakan Islamabad akan terus berupaya memfasilitasi dialog antara kedua pihak. Ia juga berharap Pakistan dapat menjadi tuan rumah pembicaraan AS-Iran dalam waktu dekat.
Sementara itu, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, menyambut positif perkembangan pembicaraan tersebut. Dalam pernyataannya, Erdogan menilai kesepakatan nantinya dapat membantu kelancaran lalu lintas di Selat Hormuz, meski tidak menjelaskan lebih rinci mekanismenya.
Di sisi lain, pemerintah Mesir dalam pernyataan terpisah mendesak seluruh pihak untuk mengedepankan jalur diplomasi dan segera mencapai kesepakatan.
Pengumuman Trump menjadi perkembangan terbaru dalam dinamika konflik yang memanas dalam beberapa pekan terakhir. Sebelumnya, Trump sempat memperingatkan Iran bahwa waktu untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata semakin menipis. Ia juga mengaku hampir melanjutkan serangan militer, sebelum akhirnya menundanya atas permintaan negara-negara Teluk.
Pemerintah Iran sendiri berulang kali menyatakan kehati-hatian dalam bernegosiasi dengan AS, menyusul dua serangan militer yang dilakukan Washington terhadap Teheran di tengah pembicaraan mengenai program nuklir Iran.
Amerika Serikat dan Israel diketahui melancarkan perang terbaru terhadap Iran pada 28 Februari. Namun, pertempuran disebut sebagian besar mereda sejak 8 April, meski beberapa kali terjadi peningkatan intensitas konflik.
Hingga kini, sejumlah isu utama masih menjadi hambatan dalam pembahasan kesepakatan, termasuk masa depan program nuklir Iran, pengaruh Teheran terhadap Selat Hormuz, keberadaan militer AS di kawasan Timur Tengah, serta akses Iran terhadap dana yang dibekukan.
Sumber: Al-Jazeera
HUKUM | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







