Donald Trump Beri Peringatan Keras ke Iran, Konflik Berpotensi Meluas

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 11 Juni 2026 | 01:03 WIB
Kapal melintas di Selat Hormuz. (BeritaNasional/CENTCOM)
Kapal melintas di Selat Hormuz. (BeritaNasional/CENTCOM)

BeritaNasional.com - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan memperluas operasi militer terhadap Teheran.

Trump menilai proses negosiasi berjalan terlalu lambat dan menyalahkan Iran karena belum menyetujui kesepakatan yang ditawarkan Washington. Dalam pernyataannya, ia bahkan menyebut Iran akan "membayar harga" atas keterlambatan tersebut.

Meski demikian, pemerintah AS belum menunjukkan tanda-tanda akan melancarkan operasi militer skala penuh. Sebelumnya, Trump sempat menyatakan optimistis kesepakatan dengan Iran masih bisa tercapai dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Iran menegaskan kesiapan militernya untuk merespons setiap serangan baru dari AS. Pejabat Teheran menyatakan negaranya tetap terbuka untuk jalur diplomasi, namun tidak akan ragu mengambil langkah balasan jika diperlukan.

Ketegangan terbaru terjadi setelah serangan balasan Iran yang menyasar pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Amerika terhadap sejumlah target Iran di sekitar Selat Hormuz.

Selain dampak militer, otoritas Iran melaporkan kerusakan pada fasilitas penyimpanan air bersih di wilayah selatan negara itu. Kerusakan tersebut disebut memengaruhi akses air minum bagi ribuan warga sipil.

Hingga kini, upaya diplomasi masih berlangsung. Namun, saling serang antara kedua negara menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meluas dan mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: