Perjalanan Persib Bandung dari Kompetisi Amatir hingga Raih Panca Takhta Liga Indonesia

Oleh: Tarmizi Hamdi
Minggu, 24 Mei 2026 | 18:40 WIB
Persib juara Super League musim 2025/2026. (Foto/persib.co.id)
Persib juara Super League musim 2025/2026. (Foto/persib.co.id)

BeritaNasional.com - Persib Bandung sukses menobatkan diri sebagai penguasa tertinggi sepak bola tanah air. 

Klub kebanggaan Jawa Barat ini menorehkan sejarah emas sebagai tim Indonesia pertama yang berhasil meraih gelar juara tiga kali berturut-turut (hattrick juara) di kasta tertinggi kompetisi nasional. 

Kepastian ini didapat setelah Persib resmi mengunci gelar juara Super League musim 2025/2026.

Gelar juara tersebut dipastikan setelah Persib bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara pada laga pemungkas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5/2026). 

Meski perolehan poin akhir Persib sama dengan Borneo FC, yaitu 79 poin, Maung Bandung berhak mengangkat trofi berkat keunggulan head-to-head.

Momen ini terasa sangat spesial bagi Bobotoh. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Persib bisa merayakan dan memastikan pesta juara langsung di kandang sendiri. 

Pada musim-musim sebelumnya, Persib selalu mengunci gelar di luar kota, mulai dari Surakarta hingga Bangkalan.

Menuju Bintang Lima Era Profesional

Keberhasilan merajai Super League 2025/2026 sekaligus melengkapi koleksi Panca Takhta atau bintang kelima Persib sejak era Liga Indonesia dimulai.

Sebelum mendominasi dalam beberapa tahun terakhir, Persib tercatat pernah menjadi kampiun pada:

  • Liga Indonesia 1994/1995
  • Liga Super Indonesia (LSI) 2014
  • Liga 1 2023/2024
  • Liga 1 2024/2025 (back-to-back)
  • Super League 2025/2026 (three-peat)

Jejak Manis Kejayaan Persib: Dari Amatir hingga Era Modern

Prestasi "Panca Takhta" ini sebenarnya bukan hal baru bagi Pangeran Biru. Di era kompetisi amatir dulu, Persib juga sudah mengoleksi lima gelar juara nasional, yaitu pada tahun 1937, 1959/61, 1986, 1989/90, dan 1993/94.

Berikut adalah kilas balik perjalanan historis Persib dalam merengkuh kesepuluh gelar juaranya:

  • Era Kompetisi Amatir (Perserikatan)
  • Kejurnas PSSI 1937 (Surakarta): Persib meraih gelar juara pertama kalinya dalam sejarah dengan status invincible (tidak terkalahkan) di babak 4 besar, setelah menumbangkan Persis Surakarta, PSIM Mataram, dan PSIT Tjirebon.
  • Kejurnas PSSI 1959/1961 (Semarang): Setelah puasa gelar selama 24 tahun, skuad yang digawangi Ade Dana dkk kembali menjadi kampiun tanpa terkalahkan dalam format 7 Besar yang melelahkan. Gelar dikunci usai menekuk Persija Jakarta 3-1 di Semarang.
  • Kompetisi Perserikatan 1986 (Jakarta): Gol tunggal Djadjang Nurdjaman pada menit ke-77 ke gawang Perseman Manokwari di Stadion Utama Senayan memastikan Persib mengakhiri kutukan kegagalan di dua final sebelumnya.
  • Kompetisi Perserikatan 1989/1990 (Jakarta): Melalui proses regenerasi pemain yang mulus, Persib menumbangkan Persebaya Surabaya 2-0 di laga puncak lewat gol bunuh diri Subangkit dan sumbangan gol Dede Rosadi.
  • Kompetisi Perserikatan 1993/1994 (Jakarta): Persib mengabadikan Piala Presiden ke Bandung setelah memenangi edisi terakhir kompetisi amatir ini. Di final, Maung Bandung menekuk PSM Makassar 2-0 lewat gol Yudi Guntara dan Sutiono Lamso.

Era Kompetisi Profesional (Liga Indonesia)

  • Liga Indonesia 1994/1995 (Jakarta): Menghadapi era baru kompetisi semiprofesional, Persib yang murni berkekuatan pemain lokal sukses menjadi juara edisi perdana setelah gol tunggal Sutiono Lamso menumbangkan Petrokimia Putra 1-0.
  • Liga Super Indonesia 2014 (Palembang): Menunggu selama 19 tahun, pelatih Djadjang Nurdjaman membawa Persib memutus dahaga juara secara dramatis lewat adu penalti (5-3) melawan Persipura Jayapura di Stadion Gelora Sriwijaya.
  • Liga 1 2023/2024 (Bangkalan): Persib menyudahi puasa gelar 10 tahun dengan menaklukkan Madura United di babak Championship Series. Setelah menang 3-0 di Bandung, Persib kembali menggulung tuan rumah 3-1 di Bangkalan.
  • Liga 1 2024/2025: Di bawah asuhan Bojan Hodak, Persib mematahkan mitos sulitnya juara di kompetisi penuh. Gelar back-to-back bahkan sudah berhasil dikunci pada pekan ke-31 dengan keunggulan telak 8 poin dari Dewa United di akhir musim.
  • Super League 2025/2026 (Bandung): Sejarah baru tercipta di GBLA. Hasil imbang melawan Persijap sudah cukup membawa Persib meraih trofi ketiga secara beruntun sekaligus mengukuhkan dominasi total mereka di sepak bola modern Indonesia.

 sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: