Momen Perpisahan Emosional Mohamed Salah-Andy Robertson usai 9 Tahun Mengabdi untuk Liverpool
BeritaNasional.com - Pekan pemungkas Premier League Inggris musim 2025/2026 menjadi momen perpisahan yang mengharukan bagi publik Anfield.
Dua pilar legendaris Liverpool, Mohamed Salah dan Andy Robertson, resmi menyudahi masa bakti sembilan tahun mereka bersama The Reds usai laga penutup kontra Brentford yang berakhir imbang 1-1 pada Minggu (24/5/2026).
Meskipun gagal mempersembahkan trofi di musim terakhir mereka, hasil imbang tersebut sudah cukup untuk mengunci posisi kelima klasemen akhir sekaligus memastikan Liverpool kembali ke panggung Liga Champions musim depan.
Bagi Robertson, kelolosan ini adalah sebuah kewajiban minimal sebelum ia dan Salah angkat kaki.
"Musim ini memang sangat mengecewakan dari yang kami harapkan. Tapi, saya senang bahwa saya dan Mo bisa meninggalkan klub dalam posisi di mana mereka masih akan bermain di panggung terbesar," ujar Robertson dikutip dari laman resmi klub pada Senin (25/5/2026).
Bek kiri asal Skotlandia tersebut juga mengenang standar klub telah berubah total sejak kedatangan hampir satu dekade lalu.
"Saat pertama kali kami datang, memenangkan Liga Champions atau Liga Premier adalah sebuah mimpi. Itu bukan sebuah harapan. Sekarang itu adalah sebuah harapan dan itu berkat kami, para pemain yang telah membawa kesuksesan bagi klub ini," tambahnya.
Sementara itu, Mohamed Salah yang dikenal sebagai sosok tangguh dan dingin di hadapan media, tak kuasa menahan gejolak emosinya. Pemain asal Mesir ini mengaku bahwa hari perpisahan ini meruntuhkan dinding pertahanannya hingga ia menangis.
"Saya banyak menangis. Saya rasa lebih banyak daripada sepanjang hidup saya! Tapi, sangat sulit meninggalkan tempat seperti ini. Kalian selalu melihat saya tangguh, agresif, tetapi di dalam hati saya menerimanya seperti bayi. Ini sangat rumit. Kami meninggalkan masa muda kami di sini," ungkap Salah.
Salah juga menitipkan pesan mendalam bagi para pemain muda yang bertahan di ruang ganti Liverpool mengenai ekspektasi tinggi dari para suporter di Anfield.
"Klub sekarang sedang berjuang untuk segalanya. Para penggemar tidak akan menerima kurang dari itu. Mereka tidak terlalu peduli dengan hasilnya selama Anda berkeringat dan memberikan darah Anda di sini. Mereka akan mencintai Anda selamanya," tegas Salah.
Salah mengaku pergi dengan kepala tegak tanpa penyesalan. Cinta besar yang ditunjukkan oleh para pendukung di laga terakhir menjadi pembuktian bahwa warisan yang ditinggalkan akan terus dikenang.
"Saya melihat ke belakang dan berpikir, 'Apakah mereka menginginkan lebih dari apa yang telah saya capai?' Tidak juga. Secara kolektif dan individual, kami telah memenangkan semuanya. Hal terpenting saat kami pergi adalah para penggemar menghargai apa yang telah Anda lakukan untuk klub," tandasnya.
HUKUM | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





