Waspada! Gelombang 4 Meter Berpotensi Terjang Perairan Selatan Jawa hingga Sumatera

Oleh: Harits Tryan
Kamis, 28 Mei 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi gelombang tinggi air laut di Indonesia (Foto/Gemini AI)
Ilustrasi gelombang tinggi air laut di Indonesia (Foto/Gemini AI)

BeritaNasional.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 28 hingga 31 Mei 2026. Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4 meter di beberapa wilayah perairan Indonesia bagian barat dan selatan.

BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 5 hingga 30 knot. Sementara itu, di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 4 hingga 20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya hingga Papua,” tulis BMKG dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).

Kondisi tersebut memicu peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan, antara lain Laut Arafuru bagian barat, Laut Banda, Laut Seram, Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi bagian barat hingga timur, Laut Maluku, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, serta Selat Karimata bagian utara.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi berkisar 2,5 hingga 4 meter berpotensi terjadi di Selat Malaka bagian utara serta perairan Samudra Hindia barat Aceh, Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, Lampung, hingga perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.

BMKG mengingatkan potensi gelombang tinggi tersebut dapat membahayakan keselamatan pelayaran, terutama bagi kapal nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, hingga kapal ukuran besar seperti kapal kargo dan kapal pesiar.

BMKG juga mengimbau masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir agar tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi selama periode tersebut.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: