Kenali Investasi Menguntungkan 2026, Ini Daftarnya!
BeritaNasional.com - Investasi penting untuk memberikan rasa aman pada kepastian masa depan apalagi pada saat situasi ekonomi yang tidak menentu.
Persiapan kondisi finansial jangka panjang dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui investasi. Saat ini, pilihan instrumen investasi juga semakin beragam. Mulai dari emas, deposito, reksa dana, hingga saham, setiap instrumen memiliki cara kerja dan potensi keuntungan yang berbeda-beda.
Namun penting mengenal karakteristik setiap investasi sebelum menentukan pilihan agar bisa menentukan pilihan yang sesuai dengan kebutuhan.
Berikut ulasan singkatnya yang dilansir laman Pegadaian
Investasi Apa yang Menguntungkan?
Setiap jenis investasi memiliki karakteristik yang berbeda. Ada yang cocok untuk pemula karena relatif stabil, ada pula yang menawarkan potensi keuntungan lebih tinggi dengan risiko yang lebih besar.
1. Emas
Emas menjadi salah satu investasi favorit masyarakat luas karena dianggap stabil dan mudah dicairkan kapan saja.
Nilainya cenderung meningkat dalam jangka panjang sehingga sering dijadikan aset pelindung nilai, terutama saat kondisi ekonomi tidak menentu.
Saat inflasi meningkat atau nilai mata uang melemah, harga emas biasanya ikut mengalami kenaikan. Hal inilah yang membuat emas sering dipilih sebagai investasi jangka panjang.
Selain itu, emas memiliki tingkat likuiditas tinggi, artinya, aset ini mudah dijual atau digadaikan saat membutuhkan dana cepat di kondisi tertentu.
Namun, harga emas juga tetap mengalami fluktuasi. Karena itu, investasi emas biasanya lebih optimal untuk tujuan jangka panjang.
2. Deposito
Deposito cocok untuk investor yang mengutamakan keamanan dana dan risiko rendah. Sistemnya mirip tabungan, tetapi dana akan disimpan dalam jangka waktu tertentu dengan bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa.
Pilihan tenor deposito juga cukup beragam, mulai dari satu bulan hingga beberapa tahun. Semakin lama tenor yang dipilih, biasanya bunga yang diperoleh juga lebih tinggi.
Bagi yang masih mempertimbangkan investasi apa yang menguntungkan dengan risiko relatif stabil, deposito bisa menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.
Namun di balik keuntungan yang ditawarkan, deposito juga memiliki kelemahan, di mana potensi keuntungannya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan instrumen investasi lain, seperti saham atau reksa dana saham.
Instrumen ini cocok untuk beberapa tujuan finansial, seperti:
Dana darurat.
Target keuangan jangka pendek.
Penyimpanan dana stabil.
3. Reksa Dana
Bagi pemula yang belum memahami pasar investasi secara mendalam, reksa dana bisa menjadi pilihan menarik.
Dalam sistem ini, dana investor akan dikelola oleh manajer investasi profesional ke berbagai instrumen, seperti saham, obligasi, atau pasar uang. Reksa dana menawarkan kemudahan karena investor tidak perlu memantau pasar setiap saat.
Selain itu, modal awalnya juga cukup terjangkau sehingga sering direkomendasikan bagi masyarakat yang mencari investasi apa yang menguntungkan untuk pemula. Jenis reksa dana yang umum dipilih antara lain:
Reksa dana pasar uang.
Reksa dana pendapatan tetap.
Reksa dana campuran.
Reksa dana saham.
Masing-masing jenis instrumen memiliki tingkat risiko dan potensi keuntungan yang berbeda. Nilai investasinya juga dapat naik dan turun tergantung kondisi pasar dan situasi ekonomi.
4. Obligasi
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan kepada investor. Sebagai imbalannya, investor akan memperoleh bunga atau kupon dalam periode tertentu.
Instrumen ini sering dipilih karena menawarkan pendapatan yang relatif stabil dibanding saham. Obligasi juga dianggap cocok untuk investasi jangka menengah hingga jangka panjang serta diversifikasi portofolio.
Namun di sisi lain, obligasi memiliki jatuh tempo tertentu. Jika dijual sebelum masa jatuh tempo, investor berpotensi mengalami kerugian akibat perubahan harga pasar.
5. Surat Berharga Negara (SBN)
Selain obligasi, ada juga Surat Berharga Negara atau SBN yang diterbitkan langsung oleh pemerintah. SBN cukup diminati karena dianggap memiliki risiko relatif rendah dan menawarkan imbal hasil yang kompetitif.
Dalam sistemnya, investor meminjamkan dana kepada negara, lalu pemerintah akan memberikan imbal hasil berupa kupon secara berkala. Beberapa jenis SBN yang cukup populer antara lain:
Obligasi Negara Ritel (ORI).
Sukuk Ritel (SR).
Sukuk Tabungan (ST).
Bagi investor yang sedang mencari referensi investasi apa yang menguntungkan sekaligus memiliki tingkat risiko lebih rendah, SBN bisa menjadi salah satu pilihan.
6. Saham
Saham dikenal sebagai instrumen investasi dengan potensi keuntungan tinggi. Investor bisa mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga saham maupun pembagian dividen perusahaan.
Namun, saham juga memiliki risiko fluktuasi yang cukup besar. Harga saham bisa naik atau turun dengan cepat tergantung kondisi pasar, performa perusahaan, hingga situasi ekonomi global.
Karena itu, investasi saham lebih cocok untuk investor dengan profil risiko agresif, tujuan investasi jangka panjang, dan investor yang siap menghadapi fluktuasi pasar.
Bagi pemula, penting untuk memahami analisis dasar saham sebelum mulai berinvestasi agar tidak mengambil keputusan hanya berdasarkan tren sesaat.
7. Properti
Properti termasuk investasi jangka panjang yang masih diminati hingga saat ini. Pasalnya, nilai tanah dan bangunan umumnya meningkat dari tahun ke tahun, terutama di lokasi strategis.
Selain dari kenaikan harga aset, properti juga dapat menghasilkan pemasukan tambahan atau passive income melalui penyewaan rumah, apartemen, atau ruko.
Namun, investasi properti membutuhkan modal besar dan biaya tambahan, seperti perawatan bangunan, pajak, hingga renovasi sehingga perlu persiapan yang lebih matang.
8. Socially Responsible Investing (SRI)
Socially Responsible Investing (SRI) merupakan jenis investasi yang mempertimbangkan aspek sosial, lingkungan, dan etika bisnis selain potensi keuntungan finansial.
Investor biasanya memilih perusahaan yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan, seperti pengelolaan lingkungan yang baik, penggunaan energi ramah lingkungan, hingga tanggung jawab sosial terhadap masyarakat.
Selain berpotensi memberikan keuntungan jangka panjang, investasi ini juga dinilai dapat mendukung dampak positif bagi lingkungan dan sosial sehingga mulai dilirik para investor.
Namun, pilihan instrumen SRI cenderung lebih terbatas dibanding investasi konvensional, misalnya SRI index dan obligasi hijau (green bonds).
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







