Komisi X DPR Minta Hasil TKA Jadi Dasar Penguatan Literasi dan Numerasi Nasional
BeritaNasional.com - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati mengatakan, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) tingkat SD dan SMP Tahun 2026 perlu menjadi dasar penguatan kualitas pembelajaran nasional. Khusus pada aspek literasi dan numerasi peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, rata-rata nilai TKA mata pelajaran Matematika jenjang SD berada pada angka 43,41 dan SMP 40,34. Sementara rata-rata Bahasa Indonesia pada jenjang SD mencapai 60,14 dan SMP 60,83. Adapun pada jenjang SMA/sederajat, rata-rata nilai Matematika berada pada angka 36,1 dan Bahasa Indonesia 55,38.
Menurut Kurniasih, capaian tersebut perlu disikapi sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional.
"Data ini perlu kita lihat secara jernih dan proporsional. Ada perkembangan yang patut diapresiasi pada kemampuan literasi Bahasa Indonesia, tetapi di saat yang sama kemampuan numerasi peserta didik juga masih perlu terus diperkuat," ujarnya dalam keterangan tertulis dikutip Minggu (31/5/2026).
Kurniasih menilai, capaian akademik peserta didik tidak bisa dilepas dari berbagai faktor seperti kualitas pembelajaran di kelas, metode pengajaran, kesiapan guru, lingkungan belajar di rumah sampai kesenjangan fasilitas pendidikan di berbagai daerah.
"Karena itu evaluasinya harus menyeluruh. Fokus kita bukan mencari siapa yang salah, tetapi bagaimana negara, sekolah, guru, dan orang tua dapat bersama-sama menghadirkan proses belajar yang lebih efektif, adaptif, dan menyenangkan bagi anak-anak," ucapnya.
Kurniasih menegaskan, TKA tidak seharusnya dijadikan satu-satunya alat ukur keberhasilan pendidikan nasional. Menurutnya, pendidikan memiliki dimensi yang lebih luas dibanding sekadar capaian angka hasil ujian.
"Pendidikan bukan hanya soal nilai akademik. Ada karakter, kreativitas, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, hingga akhlak yang juga harus dibangun secara seimbang. Karena itu TKA sebaiknya diposisikan sebagai instrumen pemetaan dan evaluasi untuk memperkuat kebijakan pendidikan," katanya.
Ia juga mendorong pemerintah menjadikan hasil TKA sebagai pijakan untuk memperkuat kualitas guru, pengembangan metode pembelajaran numerasi sejak dini, pemerataan akses pendidikan bermutu, serta pendampingan belajar yang lebih kuat bagi siswa.
"Kita ingin pendidikan Indonesia terus bergerak maju. Yang terpenting bukan sekadar mengejar angka, tetapi memastikan setiap anak memiliki kesempatan berkembang, mampu berpikir kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan," tutupnya.
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 23 jam yang lalu
POLITIK | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






