Iran Tak Segan Angkat Senjata jika Militer AS Berulah di Selat Hormuz

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 31 Mei 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi militer AS memantau kapal tanker di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)
Ilustrasi militer AS memantau kapal tanker di Selat Hormuz. (Foto/X Centcom)

BeritaNasional.com - Situasi di jalur laut strategis Selat Hormuz kembali memanas. Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melayangkan peringatan keras bahwa setiap bentuk campur tangan Amerika Serikat (AS) dalam pengelolaan jalur tersebut akan langsung dihadapi dengan respons militer yang mematikan.

Angkatan Laut IRGC telah memberikan peringatan ke seluruh kapal yang tengah beroperasi di kawasan Teluk Persia dan Teluk Oman. Dalam siaran tersebut, Iran menegaskan Selat Hormuz saat ini dalam kondisi ditutup.

Aktivitas transit kapal hanya diperbolehkan bagi mereka yang telah mengantongi izin resmi dari Angkatan Laut IRGC dan wajib melewati rute khusus yang telah ditetapkan oleh pemerintah Iran. 

Pihak IRGC menyatakan setiap pelanggaran terhadap aturan ini akan dianggap sebagai ancaman serius bagi keamanan maritim.

Secara spesifik, siaran radio tersebut juga mengirimkan pesan langsung kepada militer Amerika Serikat.

"Setiap tindakan Angkatan Laut AS yang bertujuan untuk mencampuri pengelolaan Selat Hormuz atau mengganggu navigasi akan menghadapi tindakan militer yang tegas," bunyi peringatan dari Angkatan Laut IRGC pada Minggu (31/5/2026).

Kebijakan Blokade AS

Ketegangan terbaru ini mencuat di tengah ketidakpastian kebijakan Washington. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump sempat mengumumkan bahwa pihaknya akan mencabut blokade maritim AS terhadap aktivitas pelayaran Iran di Selat Hormuz.

Namun, pengumuman tersebut tampak bertolak belakang dengan kondisi di lapangan. Pusat Informasi Maritim Bersama (JMIC), badan penasihat maritim multinasional yang dipimpin oleh AS, mengeluarkan maklumat resmi melalui lembaga Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO).

Dalam maklumat tersebut, JMIC menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebenarnya masih berlaku ketat. Seluruh kapal internasional dilarang keras untuk bersandar maupun meninggalkan pelabuhan di Iran.

AS Ancam Hancurkan Kapal Pembangkang

Tak kalah gertak dari Iran, JMIC juga mengeluarkan peringatan berkekuatan penuh. Mereka menegaskan bahwa kapal-kapal yang nekat membangkang atau menolak mematuhi instruksi blokade tersebut akan dihadang langsung oleh pasukan militer AS.

Tindakan tegas yang disiapkan mencakup operasi untuk melumpuhkan hingga menghancurkan kapal tersebut.

Saling gertak di jalur logistik minyak dunia ini terbukti bukan sekadar bualan. Rekaman dari saluran radio maritim yang sama menunjukkan bahwa pada Sabtu pagi, sebuah pesawat militer AS sempat menyiarkan peringatan keras kepada sebuah kapal yang sedang melintas.

Militer AS memerintahkan kapal tersebut untuk segera berputar balik dan menegaskan pergerakan haluan tengah dipantau secara ketat oleh radar AS.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: