1,5 Tahun Kunjungan Luar Negeri Prabowo Hasilkan Investasi Rp2.430 Triliun

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 02 Juni 2026 | 10:54 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto/BPMI)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik terkait seringnya Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan luar negeri.

Teddy mengatakan, kunjungan Prabowo selama 1,5 tahun ini juga harus dipandang dengan berbagai hasil yang dicapai.

“Jadi kita harus lihat apa yang sudah dicapai dalam 1,5 tahun terakhir ini,” kata Teddy dalam akun Instagram sekretariat.kabinet, dilihat Selasa (2/6/2026).

Menurut Teddy, salah satu hasil diplomasi yang dicapai adalah bergabungnya Indonesia ke BRICS. 

Selain itu, Indonesia juga berhasil mencapai kesepakatan tarif 0 persen dengan Uni Eropa setelah proses perundingan yang berlangsung selama bertahun-tahun.

“Kemudian yang kedua tarif 0 persen di Uni Eropa. Ada 25 negara di situ. Dan ini perjanjian yang sudah diurus belasan tahun yang lalu, tapi kapan tercapai? Ya zaman Presiden Prabowo tepatnya tahun 2025 lalu,” ujar Teddy.

Tak berhenti di situ, Teddy mengklaim bahwa total investasi yang masuk ke Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir mencapai sekitar Rp2.430 triliun berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

“Kemudian yang ketiga total investasi yang masuk dalam 1,5 tahun ini adalah sekitar 2.430 triliun, itu data dari BKPM,” ucap Teddy.

Selain itu, ia mengungkapkan kunjungan Prabowo ke Jepang dan Korea Selatan pada bulan lalu juga menghasilkan komitmen investasi baru.

“Bulan lalu Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea kembali langsung ada investasi sekitar 575 triliun,” tambah Teddy.

Di bidang pertahanan, Teddy mengatakan Indonesia saat ini memiliki kerja sama pengadaan alat pertahanan dengan sejumlah negara.

“Kemudian yang keempat, sekarang kita punya alat pertahanan yang kuat sekarang ya. Dan itu dari banyak sekali negara: Prancis, Amerika, Rusia, Cina, Inggris, Eropa, banyak negara,” rinci Teddy.

Ia juga menyinggung sejumlah capaian lain, seperti penyelenggaraan ibadah haji, dukungan Indonesia terhadap Palestina, hingga pembebasan warga negara Indonesia yang sempat diamankan pihak Israel.

Teddy menegaskan, berbagai capaian tersebut merupakan hasil diplomasi yang dilakukan Prabowo melalui berbagai jalur, baik yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan.

“Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkritnya. Itu yang kita utamakan,” tandasnya. 


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: