Sektor Ganda Putri Menyala! 3 Wakil Indonesia Melesat ke Perempat Final Indonesia Open 2026

Oleh: Tarmizi Hamdi
Kamis, 04 Juni 2026 | 15:14 WIB
Pasangan ganda putri bulu tangkis Indonesia Ana/Trias berlaga di Indonesia Open 2026. (Foto/doc Indonesia Open 2026)
Pasangan ganda putri bulu tangkis Indonesia Ana/Trias berlaga di Indonesia Open 2026. (Foto/doc Indonesia Open 2026)

BeritaNasional.com - Sektor ganda putri tuan rumah tampil luar biasa dalam ajang bergengsi Polytron Indonesia Open 2026 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta. 

Indonesia dipastikan mengamankan tiga tiket di babak perempat final setelah pasangan Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti menyusul keberhasilan dua karib mereka, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari dan Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum.

Amallia/Fadia Lengkapi Dominasi Tuan Rumah

Langkah impresif dipertontonkan oleh duet Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia Silva Ramadhanti. 

Bermain dengan fokus tinggi sejak awal laga di babak 16 besar, mereka sukses membungkam perlawanan sengit ganda putri Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam.

Meski lawan memberikan perlawanan yang ketat untuk menempel perolehan angka, ketenangan Amallia/Fadia menjadi pembeda. Mereka menyudahi pertandingan lewat kemenangan straight game langsung dengan skor 21-19 dan 21-18.

Kemenangan ini sekaligus melengkapi dominasi ganda putri Indonesia di babak delapan besar turnamen berlevel Super 1000 ini.

Perang Saudara Tercipta, Satu Tiket Semifinal Sudah di Tangan

Sebelum Amallia/Fadia memastikan tempat di perempat final, dua ganda putri Indonesia lainnya sudah lebih dulu mengamankan tiket perempat final lewat perjuangan melelahkan tiga game (rubber game).

Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari (Ana/Trias) lolos terlebih dahulu setelah menumbangkan unggulan ketujuh asal Chinese Taipei, Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu, dengan skor 13-21, 21-17, dan 21-15.

Tak lama berselang, giliran Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum yang menyusul. Mereka mengandaskan perlawanan wakil Amerika Serikat, Francesca Corbett/Jennie Gai, lewat drama tiga game dengan skor akhir 21-18, 17-21, dan 21-13.

Selepas merebut kemenangan di game pertama, performa Rachel/Febi sempat mengalami penurunan di game berikutnya hingga lawan mampu mencuri poin. Beruntung, arahan pelatih dan ketenangan di lapangan sukses membawa mereka kembali ke jalur kemenangan pada game penentuan.

“Di game kedua mungkin kami sempat hilang fokus. Untungnya di game ketiga kami bisa mengembalikan fokus dan kepercayaan diri kami lagi,” ungkap Febi saat konferensi pers setelah pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Febi juga memuji kegigihan pasangan Amerika Serikat tersebut yang dinilai memiliki pertahanan sangat kokoh.

“Menurut kami, pasangan Amerika Serikat ini punya pertahanan yang cukup rapat dan susah dimatikan. Mereka cukup gigih mengejar kemana pun bola kami arahkan,” tambahnya.

Rachel menambahkan bahwa mereka sejak awal sudah mengantisipasi motivasi tinggi sang lawan setelah membuat kejutan besar di babak sebelumnya.

“Kalau merasa diuntungkan, sebetulnya kami merasa lebih siap saja, saat tahu pasangan Amerika Serikat yang menang, kami tidak lengah. Mereka memang mengalahkan pasangan China, pasti itu sesuatu hal yang besar juga buat mereka. Kami yakin mereka pasti sudah mempersiapkan diri melawan kami hari ini,” tutur Rachel.

Terkait hilangnya momentum di game kedua, Rachel mengakui ada taktik yang tidak berjalan dengan semestinya.

“Mungkin di game kedua agak kendor sedikit dan tidak sesuai dengan strategi yang pelatih kasih. Tapi di game ketiga kami coba buat lebih tenang terus lebih dikontrol lagi pergerakan semuanya,” jelas Rachel.

Menariknya, hasil undian babak perempat final akan mempertemukan Ana/Trias dengan Rachel/Febi. 

Duel "perang saudara" sesama penghuni Pelatnas Cipayung ini otomatis memastikan Indonesia mengunci satu tempat di babak semifinal Polytron Indonesia Open 2026.

Kunci Sukses Ana/Trias Redam Agresivitas Lawan

Usai laga, Ana/Trias mengungkapkan bahwa kemenangan atas wakil Chinese Taipei tidak didapatkan dengan mudah. Mereka dituntut cerdik membaca situasi lapangan demi meredam agresivitas lawan yang dikenal punya pukulan keras dan gemar bermain no lob.

“Lawan mempunyai power yang lebih keras dibanding kami. Tapi kami belajar untuk memanfaatkan keadaan karena kondisi lapangan ada angin, jadi kami harus pintar-pintar untuk cari celah agar mereka tidak dapat temponya,” kata Ana saat konferensi pers setelah pertandingan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Strategi antisipasi ini juga dibenarkan oleh Trias. Dukungan penuh publik Istora pun diakuinya menjadi pembakar semangat yang luar biasa.

“Mereka tipe permainannya no lob dan menyerang, kami sudah siap dan mengantisipasi hal ini,” imbuh Trias.

“Kami merasa penonton hari ini ramai sekali ya, pastinya kami tambah semangat mainnya. Jadi lebih termotivasi,” ujar Trias.

Menatap laga perempat final melawan rekan senegara sendiri, Ana menegaskan motivasi tinggi mereka untuk memberikan penampilan maksimal di hadapan publik sendiri.

“Ini kan turnamen level Super 1000 dan main sebagai tuan rumah. Pasti kami mau memberikan yang terbaik,” tutup Ana.

Perjuangan ketiga ganda putri kebanggaan Indonesia ini masih akan berlanjut di Istora Senayan untuk memperebutkan mahkota juara hingga laga puncak pada 7 Juni 2026 mendatang.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: