Ketegangan Memuncak, Trump Klaim Iran Tembak Jatuh Apache Militer AS!
BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut jika Iran sudah menembak jatuh sebuah helikopter Apache militer AS yang tengah melakukan patroli di kawasan Selat Hormuz. Meski demikian, Trump menyatakan kedua pilot yang berada di dalam helikopter tersebut selamat dan tidak mengalami luka.
Dalam unggahan di media sosial, Trump mengatakan dirinya baru menerima laporan dari militer AS mengenai insiden tersebut.
"Saya baru saja diberi tahu oleh militer kita bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache kami yang sangat canggih saat berpatroli di atas Selat Hormuz. Ada dua pilot di dalamnya, keduanya selamat dan tidak terluka," tulis Trump dilansir dari Al-Jazeera,
Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat akan memberikan respons atas serangan tersebut.
"Namun demikian, Amerika Serikat harus memberikan respons terhadap serangan ini," lanjutnya.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa dua awak berhasil diselamatkan pada 8 Juni setelah sebuah helikopter Apache Angkatan Darat AS jatuh di dekat pesisir Oman.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance menepis kekhawatiran bahwa konflik dengan Iran akan menyeret Washington ke dalam perang berkepanjangan seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan.
Dalam wawancara dengan USA Today, Vance menyatakan optimistis keterlibatan AS dalam konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.
"Saya sangat yakin bahwa kita tidak akan membicarakan keterlibatan Amerika di Iran satu tahun dari sekarang, apalagi bertahun-tahun ke depan," ujar Vance.
Menurutnya, pemerintah AS akan berhasil mencapai tujuan utamanya, yakni mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia juga menegaskan bahwa Presiden Trump masih memiliki berbagai opsi jika upaya diplomasi tidak membuahkan hasil.
"Saya pikir kita akan berhasil. Jika diplomasi pada akhirnya gagal, presiden memiliki alat lain yang dapat digunakan. Namun selama kita tetap berpegang pada misi utama, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir, maka ini tidak akan menjadi konflik berkepanjangan," kata Vance.
Sumber: Al-Jazeera
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu





