Deezer Luncurkan Alat Gratis Lacak Musik AI di Spotify dan Apple Music
BeritaNasional.com - Banyaknya musik berbasis kecerdasan buatan (AI) di berbagai platform streaming kian meresahkan industri musik global.
Selain memicu isu pelanggaran hak cipta terkait data pelatihan AI, maraknya lagu buatan robot ini juga rawan memicu manipulasi data streaming alias penipuan jumlah pendengar.
Di tengah absennya langkah konkret dari para raksasa digital untuk meluncurkan sistem deteksi, platform streaming musik Deezer memilih mengambil tindakan agresif.
Pada Kamis (11/6/2026), Deezer resmi memperkenalkan sebuah alat pemindai daring gratis yang mampu melacak apakah sebuah daftar putar (playlist) mengandung lagu hasil rekayasa AI.
Hebatnya, alat ini tidak hanya bekerja untuk platform mereka sendiri, melainkan bisa digunakan untuk memindai playlist dari 20 platform kompetitor paling populer saat ini, termasuk Spotify, Apple Music, SoundCloud, dan YouTube Music.
Tersedia dalam 27 bahasa, kehadiran fitur baru ini kian mengukuhkan posisi Deezer sebagai musuh paling vokal terhadap invasi musik AI di industri.
Berbeda dengan Spotify atau Apple Music yang sekadar berniat memberikan label tag, Deezer menghapus lagu-lagu AI dari sistem rekomendasi dan daftar putar editorial. Bahkan, Deezer kini mulai menawarkan teknologi deteksi ini kepada para kompetitornya.
Cara Kerja
Untuk menikmati fitur ini, pengguna cukup mengunjungi situs web pendeteksi musik AI milik Deezer, memilih platform streaming yang digunakan, dan memberikan izin akses ke daftar putar mereka. Setelah diimpor, sistem akan memindai konten, memberikan laporan temuan, dan menyediakan opsi untuk membagikan hasilnya ke media sosial.
CEO Deezer Alexis Lanternier menegaskan langkah berani ini diambil demi menjaga transparansi di ekosistem industri musik yang mulai bias.
“Dengan mendeteksi dan memberi tag pada musik yang dihasilkan AI selama satu setengah tahun terakhir, Deezer telah berada di garis depan transparansi dalam streaming musik. Belum ada perusahaan lain yang mengikuti jejak kami, jadi kami memutuskan untuk memungkinkan semua orang memeriksa apakah daftar putar mereka menyertakan musik sintetis, terlepas dari platform streaming mana yang mereka gunakan,” kata Alexis Lanternier dalam sebuah pernyataan resmi.
Lebih lanjut, Deezer mengungkapkan tengah mengkaji langkah hukum dan operasional berikutnya, termasuk memperbarui kebijakan pemasok hingga opsi penghapusan konten secara masif.
Langkah tegas ini kemungkinan besar akan mengekor platform Bandcamp yang sudah lebih dulu mengharamkan musik AI di awal tahun ini.
Dibanjiri 75 Ribu Lagu AI Setiap Hari
Urgensi peluncuran alat ini bukan tanpa alasan. Deezer membeberkan fakta mengejutkan bahwa saat ini 44 persen dari total musik baru yang diunggah ke platform mereka merupakan hasil ciptaan AI.
Setiap harinya, ada sekitar 75 ribu lagu berbasis AI yang membanjiri sistem Deezer, atau menyentuh angka lebih dari dua juta lagu setiap bulan.
Meski jumlah unggahannya fantastis, untungnya minat masyarakat untuk mendengarkan musik robot ini masih sangat rendah, yakni hanya berkisar 1-3% dari total keseluruhan streaming.
Ironisnya, sekitar 85 persen dari total pemutaran musik AI tersebut terdeteksi sebagai aktivitas penipuan akun bot (fraud) yang berujung pada pemblokiran monetisasi oleh pihak platform.
Sumber: TechCrunch
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







