Pimpinan BGN Pastikan SPPG Tidak Layak Bakal Ditutup

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 15 Juni 2026 | 19:25 WIB
Ilustrasi SPPG  (Foto/Ist)
Ilustrasi SPPG (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menegaskan, pihaknya akan menutup Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak layak. Berdasarkan hasil audit yang tengah dilakukan BGN.

Saat ini, BGN sedang moratorium SPPG. BGN sedang mendata SPPG yang saat ini sudah beroperasi. Ada 27.820 SPPG yang akan diaudit.

"Ternyata setelah 27.877 itu kami teliti lagi, ternyata juga ada yang masih dobel dan seterusnya. Sehingga berkurang lagi 57. Jadi 27.820. Stop itu dulu ya. Itu maksudnya Mas ya, kalau semua bergerak terus kan kami bingung ya. Jadi itu maksudnya. Jadi sementara ini kita stop dulu untuk kami tata ulang tadi itu," jelas Arum di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

BGN akan menata dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) berdasarkan jumlah penerima manfaat. BGN akan bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan hingga ahli gizi.

"Lalu pertanyaannya jangan pertanyaan dapurnya. Penerima manfaatnya dulu yang mana baru dapur itu mengikuti. Ya, itu sebuah konsekuensi lah bahwa kita akan tata ulang maka yang kita fokuskan adalah penerima manfaat yang memang ditarget betul-betul, yang memang diharapkan pemerintah bisa mengintervensi gizi anak-anak tersebut sesuai dengan teorinya tadi," ujar Arum.

Hasil audit akan menentukan nasib SPPG. BGN akan menutup dapur SPPG yang tidak layak.

"Baru nanti bicaranya dampak dari itu, pasti ada SPPG yang disatukan. Bahkan mungkin ada SPPG yang ditutup kalau memang ternyata hasil audit kami tidak layak gitu," kata Arum.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: