BGN Pimpinan Nanik Manfaatkan Barang Pengadaan Bermasalah Era Dadan

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 15 Juni 2026 | 20:07 WIB
Pimpinan BGN rapat bersama DPR. (BeritaNasional/Elvis)
Pimpinan BGN rapat bersama DPR. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com -  Pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) bakal koordinasi dengan Kejaksaan Agung terkait pengadaan barang yang menjadi bancakan tersangka korupsi eks Kepala BGN Dadan Hindayana cs.

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengungkap akan memanfaatkan barang-barang pengadaan di era Dadan yang dianggap bermasalah. Salah satunya adalah pengadaan motor listrik.

"Kami akan meminta informasi juga ke Kejaksaan ya, lalu poinnya sebenarnya gini, secara keseluruhan ya bukan cuma bukan cuma motor nih. Semua yang sudah dibelanjakan di 2025 termasuk IT sebenarnya kami inginnya itu dimaksimalkan. Ya. Ini bukan cuma untuk untuk motor lah itu nanti eh mungkin ada kebijakan tertentu," ujar Arum di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (15/6/2026).

Arum mengatakan barang-barang elektronik seperti laptop, kamera pengawas dan sebagainya yang sudah dibayarkan akan dimaksimalkan.

"Tapi poinnya enggak cuma itu tuh kemarin kan sempat ada dibilang laptop, dibilang IoT, CCTV dan sebagainya yang sudah memang sudah terlanjur dibayar dimaksimalkan," jelasnya.

BGN saat ini sedang menyisir anggaran 2026 dan akan menghentikan pengadaan-pengadaan yang tidak diperlukan.

"Nah, itu salah satu cara juga 2026 kami sisir anggarannya, kami sisir anggarannya yang bunyinya dan kurang lebih outputnya akan sama dengan yang 2025 kami bilang no. Itu nggak ada lagi di 2026 lakukan," terangnya dia.

"Lihat dulu. Saya terutama untuk IT saya betul-betul lihat mana yang masih bisa dipakai kita akan pakai. Kalau masih kurang eh kita lengkapi. Nah itu nanti yang kita tambahkan di 2026," sambungnya.

Ia memastikan seluruh barang bermasalah yang telah dibayarkan bakal dimanfaatkan sebaik mungkin.

"Tapi prinsip secara umum saya nggak bicara satu-satu sih kaos kaki lah, motor lah, apa, enggak. Tapi prinsip secara umum yang sudah keluar di 2025 karena uang negara sudah keluar harus kita maksimalkan pemanfaatannya itu," tukasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: