BGN Era Nanik Efisiensi Anggaran MBG 2027, Bakal Pangkas Penerima Manfaat

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 15 Juni 2026 | 19:05 WIB
Kepala BGN Nanik S Deyang dan wakilnya saat rapat dengan Komisi IX DPR. (BeritaNasional/Elvis)
Kepala BGN Nanik S Deyang dan wakilnya saat rapat dengan Komisi IX DPR. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com -  Badan Gizi Nasional (BGN) mendapatkan pagu indikatif senilai Rp270.201.499.678.000 untuk 2027. Namun, anggaran tersebut berdasarkan penyusunan yang dilakukan oleh pimpinan BGN era Dadan Hindayana. Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menyebut angka tersebut masih bisa dilakukan efisiensi.

Arum menjelaskan, pagu indikatif BGN sebesar Rp270 triliun tersebut itu dianggarkan untuk 81,5 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Jadi tadi sebenarnya saya menyampaikan bahwa menurut, itu proses yang biasa ya. Menurut surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Bappenas untuk 2027, sebenarnya kami mendapat alokasi pagu itu 270.201.499.678.000 itu untuk penerima manfaat 81,5 juta. Itu 2027," ujarnya usai rapat kerja tertutup di Komisi IX DPR, Senin (15/6/2026).

Arum kembali menjelaskan, BGN akan mengevaluasi penerima manfaat MBG. Pada bulan Juni ini, BGN melakukan sejumlah perbaikan. BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan khususnya membahas intervensi kesehatan gizi.

"Nah, bentuknya adalah pemenuhan gizi. Nah, hal-hal teknis, tapi mohon maaf nih, mungkin karena saya juga bukan ahli gizi, tapi kami berusaha mendengarkan para pakar yang sudah ada di Kementerian Kesehatan. Dari situlah kami melakukan refocusing penerima manfaat," jelasnya.

BGN masih melakukan kajian untuk memangkas jumlah penerima manfaat. Sehingga besaran anggaran untuk program MBG masih bisa dilakukan efisiensi.

"Nah, beberapa hal sudah kami exercise, sudah kami exercise, namun mungkin secara angka kami belum sampai membahas dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas. Tapi yang jelas akan ada efisiensi lagi. Kan mungkin diingat ya, Pak Purbaya pernah menyampaikan 268. Lalu dari 268 sebenarnya sudah ditaruh sejumlah, ini saya lihat ya angkanya ya, takut keliru nih," paparnya.

Ia mencontohkan, pelajar tingkat SMA bisa dipangkas sebagai penerima manfaat, khususnya untuk sekolah elit. Jika dihitung, bisa memotong kurang lebih 8 juta penerima manfaat.

"Nah, itu beberapa contoh. Itu sudah akan berkurang sekitar 8 juta penerima manfaat. Nah, itu yang terus kami exercise, tapi kami tidak menghilangkan esensi dari intervensi gizi yang dilakukan oleh pemerintah. Jadi sekali lagi, refocusing ini adalah kami perlukan supaya memang pemberian intervensi pemerintah lebih tepat sasaran, kemudian diikuti otomatis dengan angka anggaran yang semakin turun. Itu yang keluar ke penerima manfaat," ungkapnya.

Selain penerima manfaat, BGN juga menata ulang dapur SPPG. BGN berharap dapur MBG bisa menjadi lebih berkualitas.

"Termasuk masalah kualitas dapur karena tidak masuk akal ketika kita mengharapkan menghasilkan kualitas yang baik ketika dapurnya tidak sesuai dengan kaidah bagaimana flow of cooking yang baik dan sebagainya lah. Itu nanti adalah salah satu dampak dari refocusing"

Selain itu, BGN juga melakukan transformasi internal dengan mengubah tata kelola sumber daya manusia.

"Nah, kemudian internal. Internal kami di BGN pun akan melakukan transformasi ya, dari mulai SDM-nya, dari mulai tata kelolanya. Data itu sangat penting karena itu yang terus terang saya lihat sejak dari awal saya datang karena tidak mungkin kita membuat kebijakan tanpa data yang jelas. Nah, itu yang masih terus kami perbaiki. Jadi mohon bersabar," ungkapnya.

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: