Kenali Quarter Life Crisis, Penyebab hingga Cara Mengatasinya
BeritaNasional.com - Masalah kesehatan mental kian menjadi perhatian. Permasalahan yang satu ini memang tidak bisa lagi dianggap sepele. Jika hal tersebut terjadi tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik tapi kehidupanmu juga bisa hancur. Salah satu yang kian sering terjadi yakni Quarter Life Crisis. Kondisi ini disebut-sebut banyak dialami oleh para remaja atau mereka yang memasuki usia dewasa.
Daripada bingung, berikut penjelasan, gejala hingga cara mengatasinya dikutip dari laman Pegadaian.
Quarter Life Crisis? Ini penjelasannya
Kementerian Kesehatan mendefinisikan quarter life crisis sebagai periode memasuki masa dewasa.
Individu berusia 25-30 tahun mungkin merasakan gempuran emosional sehingga kamu merasa bingung dengan arah hidup, cemas, dan bahkan putus asa.
Jika mengalami quarter life crisis, kamu mungkin akan sering mempertanyakan eksistensi diri, atau parahnya, merasa tidak memiliki tujuan hidup.
Tanda paling umum dari quarter life crisis adalah mulai mencemaskan banyak hal, seperti kehidupan sosial, percintaan, karier, dan lain-lain.
Penyebab Quarter Life Crisis
- Takut terjadi perubahan besar dalam hidup.
- Merencanakan masa depan.
- Pertama kali hidup mandiri.
- Harus mengambil keputusan profesional atau pribadi yang dapat memengaruhi hidup untuk jangka panjang.
- Melihat pencapaian teman.
- Pertama kali menjalani komitmen atau hubungan serius.
- Memiliki masalah di lingkungan kerja.
- Memiliki masalah finansial.
- Mengakhiri hubungan serius dengan seseorang setelah waktu yang lama.
- Tekanan dari lingkungan sosial.
- Dihadapkan dengan ekspektasi keluarga, teman, atau publik.
Gejala Quarter Life Crisis
- Merasa iri dengan teman yang sudah memiliki pencapaian.
- Sering merasa bingung dan cemas dengan masa depan.
- Membandingkan pencapaian diri dengan orang lain.
- Takut tertinggal dan merasa sendiri.
- Mempertanyakan tujuan hidup.
- Tidak termotivasi dalam menjalani hari.
- Merasa terombang-ambing dalam hidup.
- Sulit membuat keputusan terkait masa depan.
- Merasa terjebak dalam situasi yang tidak nyaman.
- Tidak puas dengan karier dan pekerjaan.
- Sulit menjalin hubungan sosial.
Cara Mengatasi Quarter Life Crisis? Berpikir positif!
1. Bercerita dengan Orang Terdekat
Seseorang yang mengalami quarter life crisis biasanya akan merasa kesepian dan sering overthinking.
Jadi, ada baiknya kamu menceritakan hal yang mengusik pikiranmu pada orang terdekat atau orang yang kamu percaya.
Dengan begitu, kamu akan mendapatkan dukungan dan motivasi dari mereka sehingga bisa menjalani hidup dengan bersemangat.
2. Berhenti Membandingkan Diri dan Orang Lain
Dengan semakin berkembangnya media sosial, kini kamu dapat melihat pencapaian orang lain dan terkadang membuatmu membandingkan diri dengan mereka.
Sebaiknya, kamu mulai berhenti membandingkan pencapaian diri dengan orang lain karena setiap orang memiliki jalan dan waktunya masing-masing.
Tidak hanya itu, jika kamu hanya fokus membandingkan diri, maka kamu hanya akan membuang waktu yang padahal waktu tersebut dapat kamu lakukan untuk kegiatan yang lebih bermakna.
Terlebih lagi, menghabiskan waktu untuk hal ini akan membuatmu semakin khawatir dengan hidup.
Jadi, tekankan pada diri bahwa kamu pasti bisa melewati hari-hari dengan baik. Lalu, mulailah mengeksplorasi hal yang ingin kamu capai dalam hidup.
3. Melakukan Kegiatan Bermakna
Selanjutnya, kamu bisa terus produktif dengan menyibukkan diri untuk kegiatan-kegiatan positif, seperti melakukan hobi, berolahraga, belajar hal baru, dan lain sebagainya. Hal ini akan membantumu mengalihkan kekhawatiran.
Kamu pun tidak akan ragu akan dirimu sendiri dan mulai yakin bahwa kamu bisa mencapai hal-hal yang ingin kamu capai dengan usahamu.
4. Menetapkan Tujuan yang Terukur
Untuk menangani quarter life crisis, kamu perlu menetapkan tujuan yang terukur serta rencana yang akan dilakukan agar tercapai.
Kamu tidak perlu langsung memulai langkah besar yang mengubah hidupmu secara langsung. Mulailah dari langkah dan tujuan kecil dan lanjutkan secara konsisten hingga mencapai tujuan.
5. Tinggal di Lingkungan yang Mendukung
Tahukah kamu bahwa lingkungan juga berpengaruh pada hidupmu? Jika dikelilingi oleh orang yang memiliki tujuan dan minat yang sama, tentu kamu akan semakin bersemangat dalam menjalani hidup.
Lalu, kamu juga perlu meninggalkan orang-orang yang membawa pengaruh negatif di hidupmu. Hindari terlibat dalam hubungan yang tidak sehat dan mengganggu kebahagiaanmu.
6. Memberanikan Diri Keluar dari Zona Nyaman
Saat mengalami quarter life crisis, sering kali kamu takut untuk mengambil keputusan atau risiko dalam hidup.
Namun, kamu perlu tahu bahwa kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan proses belajar yang dapat mengantarkanmu mencapai tujuan.
Jadi, jangan takut untuk keluar dari zona nyaman dan mencoba hal baru yang ingin kamu rasakan dalam hidup.
7. Mencintai Diri Sendiri
Selanjutnya, kamu harus mulai mencintai diri sendiri, menerima, serta mengapresiasi semua hal yang sudah kamu dapat atau lakukan selama hidup. Hal ini penting untuk membuat dirimu lebih positif dan termotivasi untuk mengejar tujuan-tujuan dalam hidup.
8. Membuat Perencanaan Keuangan
Salah satu pemicu quarter life crisis adalah adanya masalah finansial. Bahkan, ketika kamu mulai membandingkan diri dengan orang lain, kamu dapat secara tidak sadar menjadi impulsif dan ikut membeli apa yang mereka miliki. 
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 22 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







