20 Pemain NBA Berstatus Bebas Transfer: Ada James Harden, Jalen Duren, hingga LeBron
BeritaNasional.com - Berakhirnya musim reguler NBA 2025/2026 menjadi penanda dimulainya babak baru yang selalu dinanti, yaitu bursa perpindahan pemain.
Walaupun tanda tangan kontrak baru secara resmi baru bisa dilakukan pada 6 Juli 2026, tim-tim NBA sudah diizinkan melakukan negosiasi internal dengan pemain bebas transfer mereka sendiri.
Dinamika pasar free agent saat ini tidak selonggar tahun sebelumnya. Pada 2026, deretan megabintang veteran hingga pilar muda potensial tersedia dengan status free agent.
Berikut ini adalah daftar 20 pemain bebas transfer paling menarik yang patut dipantau musim panas 2026 berdasarkan statistik performa sepanjang musim 2025/2026.
1. James Harden (Cleveland Cavaliers)
Bergabung sejak Februari lalu, Harden membawa Cavs menembus Final Konferensi. Uniknya, inti kekuatan Cavs, yaitu Harden, Donovan Mitchell, Evan Mobley, dan Jarrett Allen, baru bermain bersama dalam 25 laga (7 laga musim reguler, 18 laga playoff).
2. LeBron James (Los Angeles Lakers)
Di usianya yang menginjak 41 tahun, King James belum habis. Ia memimpin liga dengan torehan rata-rata 5,7 poin dari skema fast break per pertandingan.
3. CJ McCollum (Atlanta Hawks)
Efek instan pascakepindahan dari Washington. Hawks mencatatkan statistik +10,5 poin per 100 penguasaan bola saat McCollum di lapangan, berbanding berbalik saat ia duduk di bangku cadangan (-2,7).
4. Norman Powell (Miami Heat)
Norman Powell menjadi pencetak poin per sentuhan paling efisien ketiga di liga (0,483 poin) dari total 426 pemain dengan minimal 500 sentuhan. Ini menjadi musim keenam beruntun ia berada di tiga besar.
5. Austin Reaves (Los Angeles Lakers)
Austin Reaves menunjukkan grafik menanjak. Reaves konsisten meningkatkan rata-rata poin per game dan poin per 36 menit di setiap musimnya sejak debut di NBA.
6. Trae Young (Washington Wizard)
Sang playmaker ulung tercatat 52,7% dari total assist sepanjang kariernya berujung pada eksekusi dunk atau layup—tertinggi di antara 113 pemain pembuat minimal 3.000 assist dalam kurun waktu 30 tahun terakhir.
7. Jalen Duren (Detroit Pistons)
Jalen Duren mengalami lonjakan usage rate yang signifikan menjadi 23,1% (sebelumnya hanya 16,1% pada musim 2024/2025).
8. Tari Eason (Houston Rockets)
Performa tembakannya menurun drastis pasca-jeda All-Star, dari efektivitas 56% merosot ke angka 41,8%. Penurunan terbesar di antara para pemain dengan volume tembakan serupa.
9. Walker Kessler (Utah Jazz)
Walker Kessler menjadi monster pertahanan udara dengan catatan rata-rata 3,35 blok per 36 menit selama empat tahun kariernya. Ia menempati peringkat kedua di antara pemain aktif sejak pencatatan blok dimulai tahun 1973.
10. Bennedict Mathurin (LA Clippers)
Bennedict sangat agresif menusuk area cat. Mathurin mencatatkan 49,6 percobaan lemparan bebas per 100 tembakan, tertinggi kedua di liga untuk kategori pemain non-center.
11. Peyton Watson (Denver Nuggets)
Peyton Watson mengalami peningkatan performa luar biasa di fase akhir musim, dengan meroketkan catatan poin dari 10,7 menjadi 19,5 poin per game dalam 24 laga penutupnya.
12. Lu Dort (Oklahoma City Thunder)
Lu Dort mengalami penurunan efisiensi tembakan (field goal) dari 57,8% di musim lalu menjadi 50,8% di musim ini.
13. Ayo Dosunmu (Minnesota Timberwolves)
Ayo Dosunmu mengukir musim terbaik dalam kariernya lewat catatan 19,6 poin per 36 menit disertai efektivitas tembakan mencapai 63%.
14. Rui Hachimura (Los Angeles Lakers)
Rui Hachimura adalah pemain yang sangat mematikan dalam skema mid-range. Tembakan dua angka sambil melompat (2-point jump shot) miliknya mencapai akurasi 54,7% (93 dari 170 tembakan).
15. Tobias Harris (Detroit Pistons)
Tobias Harris menjadi andalan dalam taktik post-up (peringkat 10 liga). Pistons mampu mendulang 1,24 poin per kesempatan saat skema post-up Harris berujung pada tembakan atau pelanggaran.
16. Kelly Oubre Jr. (Philadelphia 76ers)
Kelly Oubre menorehkan rekor akurasi personal sebesar 58%. Akurasi tembakan tiga angka miliknya naik ke angka 36%, dipicu oleh efektivitas tembakan dari sudut lapangan (corner 3s) yang mencapai 46%.
17. Mitchell Robinson (New York Knicks)
Mitchell Robinson menjadi jaminan mutu di bawah ring. Robinson sukses memimpin statistik persentase rebound terbaik, baik di musim reguler maupun di babak playoff.
18. Landry Shamet (New York Knicks)
Penembak jitu andalan di fase gugur dengan akurasi 3-poin 47,4%. Di Final Konferensi Timur, ia mencatatkan rekor akurasi 92% (11 dari 12 tembakan 3-angka)—terbaik sepanjang sejarah garis 3-poin untuk minimal 10 kali percobaan di satu seri playoff.
19. Jonathan Kuminga (Atlanta Hawks)
Jonathan mengalami penurunan efisiensi tembakan dalam dua musim terakhir menjadi 50,2%, turun cukup jauh dibandingkan rata-rata tiga musim pertamanya (56,7%).
20. Coby White (Charlotte Hornets)
Menit bermainnya terpangkas menjadi hanya 19,4 menit per game sejak pindah ke Charlotte. Ironisnya, ia tercatat hanya menghabiskan 26% waktu bermainnya di lapangan bersama sang bintang utama, LaMelo Ball.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 11 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







