BNPB Salurkan Rp93,75 Miliar Perbaiki 4.400 Rumah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
BeritaNasional.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah rusak ringan dan sedang tahap ketiga senilai Rp93,75 miliar kepada 4.400 kepala keluarga terdampak bencana hidrometeorologi akibat siklon senyar di Kabupaten Aceh Tamiang.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan bantuan itu merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang masih dijalankan pemerintah guna memulihkan hunian warga terdampak banjir pada November 2025.
Pada tahap ketiga termin pertama ini, BNPB mengalokasikan Rp38,25 miliar bagi 2.550 keluarga pemilik rumah kategori rusak ringan dan Rp55,50 miliar bagi 1.850 keluarga dengan rumah rusak sedang.
“Saya meminta untuk digunakan sesuai ketentuan dan peruntukannya saat dana ini diserahkan kepada bapak dan ibu, yaitu untuk perbaikan rumah bukan yang lain,” ujar Suharyanto di Aceh Tamiang yang dikutip pada Selasa (23/6/2026).
Suharyanto mengatakan pemerintah akan melanjutkan penyaluran bantuan tahap berikutnya setelah dana yang telah diterima masyarakat digunakan sesuai peruntukannya.
Ia meminta penerima bantuan segera memanfaatkan dana tersebut agar proses pemulihan berjalan lancar dan penyaluran bantuan berikutnya bisa dilakukan.
“Apabila bantuan yang disalurkan pada Juni ini telah selesai dimanfaatkan seluruhnya, maka pada Juli mendatang kami akan menyalurkan bantuan tahap berikutnya," tuturnya.
"Karena itu, kami berharap bantuan yang diterima dapat segera digunakan. Bapak dan Ibu memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkannya dengan baik," tambahnya.
Sebelumnya, BNPB telah menyalurkan bantuan perbaikan rumah dalam dua tahap. Pada tahap pertama, bantuan sebesar Rp42,06 miliar diberikan kepada 2.804 keluarga pemilik rumah rusak ringan dan Rp70,11 miliar kepada 2.337 keluarga pemilik rumah rusak sedang.
Pada tahap kedua, BNPB menyalurkan Rp35,04 miliar bagi 2.336 keluarga dengan rumah rusak ringan dan Rp51,66 miliar kepada 1.722 keluarga pemilik rumah rusak sedang.
BNPB berharap penyaluran bantuan tersebut mempercepat pemulihan warga Aceh Tamiang dari dampak banjir, sekaligus mendukung pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi yang masih berlangsung.
Suharyanto menegaskan pemerintah terus berupaya memperbaiki kualitas penanganan dan pemulihan pascabencana.
Menurut dia, hasil pemulihan di Aceh Tamiang saat ini menunjukkan perkembangan dibanding kondisi tujuh bulan lalu.
“Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Namun, kami memiliki komitmen kuat untuk terus memperbaiki dan memberikan bantuan terbaik bagi masyarakat," ucapnya.
Ia juga memastikan seluruh warga yang rumahnya rusak berat kini tidak lagi tinggal di tenda pengungsian.
Pemerintah, kata dia, telah menyediakan tempat tinggal yang lebih layak selama proses pemulihan berlangsung, termasuk hunian sementara bagi warga yang sebelumnya menempati rumah sewa dan tidak memiliki hak atas tanah.
“Masih ada satu atau dua keluarga, namun mereka merupakan penyewa dan tidak memiliki rumah sendiri. Karena tidak memiliki hak atas tanah, mereka tidak dapat menerima bantuan perbaikan rumah rusak, baik kategori ringan, sedang, maupun berat," katanya.
"Sebelum bencana mereka memang tinggal di rumah sewa, dan saat ini sudah kami fasilitasi untuk menempati hunian sementara,” tandasnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







