4 SMA Garuda Siap Beroperasi Juli 2026, 307 Siswa Lolos Angkatan Pertama
BeritaNasional.com - Pemerintah memastikan empat SMA Unggul Garuda Baru yang dibangun di sejumlah daerah akan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Plt Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kurnia Ramadhana, mengatakan pembangunan SMA Unggul Garuda Baru dilakukan di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung; Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur; Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara; serta Bulungan, Kalimantan Utara.
“Saat ini pemerintah tengah membangun empat SMA Unggul Garuda Baru yang berlokasi di wilayah yang selama ini minim akses pendidikan unggul,” kata Kurnia dalam konferensi pers di Kantor Bakom RI, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
“Hingga 21 Juni 2026, progres pembangunan di seluruh lokasi menunjukkan perkembangan yang sangat baik dan seluruhnya berada di atas target yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Selain pembangunan sarana sekolah, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan operasional melalui rekrutmen kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan.
Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), lanjut Kurnia, sebanyak 12 pimpinan sekolah telah direkrut, terdiri atas tiga kepala sekolah, satu pelaksana tugas kepala sekolah, dan delapan wakil kepala sekolah.
Sementara itu, pemerintah telah merekrut 42 guru ASN dan PPPK untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.
Selain itu, terdapat 11 guru pendidikan agama yang masih dalam proses pengajuan mutasi atau penugasan dari instansi asal maupun Kemendiktisaintek.
“Jika dilihat dari progres pembangunan fisik serta rekrutmen kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan hingga Juni ini, keempat SMA Unggul Garuda Baru siap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027,” ujar Kurnia.
Kurnia menambahkan, pemerintah juga tengah menyiapkan kebutuhan tenaga kependidikan lainnya melalui mekanisme penugasan dari perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Sebagai informasi, proses seleksi peserta didik baru SMA Unggul Garuda Baru telah berlangsung sejak 5 Februari 2026.
Seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek, yakni kemampuan akademik sebesar 50 persen, latar belakang ekonomi 30 persen, dan asal geografis 20 persen.
Sebanyak 3.935 peserta didik dari berbagai daerah mendaftar dan mengikuti seleksi tahap pertama.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.632 peserta lolos tahap pertama, 640 peserta lolos tahap kedua, dan 320 peserta lolos tahap ketiga.
Sebanyak 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama SMA Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026/2027,” ujar Kurnia.
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu







