Pemprov DKI Minta Warga Waspadai ISPA Akibat Cuaca Tak Menentu dan Polusi Udara

Oleh: Kiswondari
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:44 WIB
Suasana gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Suasana gedung bertingkat diselimuti polusi udara di Jakarta (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu dan tingginya tingkat polusi udara yang dapat meningkatkan risiko penyakit tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan, ISPA merupakan penyakit akibat infeksi virus atau bakteri yang menyerang saluran pernapasan dan dapat dialami siapa saja tanpa melihat usia maupun aktivitas.

“Perubahan cuaca yang terjadi saat ini, ditambah paparan polusi udara yang masih cukup tinggi, dapat meningkatkan risiko masyarakat terkena ISPA. Karena itu, penting untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan kuat,” kata Ani dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Ani menjelaskan, sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya ISPA antara lain udara kering, perubahan suhu, musim pancaroba, ventilasi ruangan yang buruk, paparan asap rokok, serta daya tahan tubuh yang menurun.

Ia menyebut lingkungan kerja yang tertutup dengan sirkulasi udara kurang baik juga menjadi salah satu kondisi yang perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko penularan.

Menurut Ani, gejala ISPA umumnya diawali dengan batuk, pilek, bersin-bersin, sakit tenggorokan, hingga hidung tersumbat. Penderita juga dapat mengalami sakit kepala, demam, dan rasa lelah berlebihan.

“Jika dibiarkan tanpa penanganan yang tepat, ISPA dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berpotensi menimbulkan komplikasi pada kelompok rentan,” ujar Ani.

Dinkes DKI pun mengimbau masyarakat segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti napas cepat atau sesak, tarikan dinding dada ke dalam saat bernapas, demam tinggi, serta gejala yang tidak membaik setelah tiga hari melakukan pengobatan mandiri.

“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala tersebut agar dapat memperoleh penanganan yang tepat dan mencegah kondisi menjadi lebih serius,” ucap Ani.

Ani juga meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk mencegah ISPA, seperti menggunakan masker saat diperlukan, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menghindari paparan asap rokok, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

“Pencegahan merupakan langkah terbaik. Dengan menerapkan kebiasaan hidup sehat, risiko terkena ISPA dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap produktif dan sehat dalam beraktivitas,” tandasnya.


 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: