Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 25 Juni 2026 | 15:44 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto/Biro Pers)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (Foto/Biro Pers)

BeritaNasional.com - Terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkap alasannya. Menurutnya, kualitas batu bara menjadi salah satu faktor utama dalam stabilitas pasokan tenaga listrik PT PLN (Persero).

“Ternyata kita cek ada medium batu bara yang kalorinya di atas 5.000 untuk campur (blending). Inilah yang dibutuhkan (untuk operasional pembangkit),” kata Bahli di Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Bahlil menjelaskan, dengan kualitas batu bara yang berada di bawah kebutuhan PLN ini, maka diperlukan penggunaan batu bara yang lebih banyak guna menghasilkan listrik yang diperlukan.

Ia pun menjelaskan bahwa total kebutuhan batu bara di pembangkit PLN dalam satu tahun adalah sekitar 154 juta metrik ton (MT). Berdasarkan aturan domestic market obligation (DMO) kepada para eksportir, PLN bisa mendapatkan pasokan hingga 180-190 juta MT dari jumlah tersebut.

Menurut Bahlil, sebanyak 141 juta MT batu bara sudah diterima oleh PLN. Namun, ia kemudian mendapatkan laporan bahwa pasokan batu bara untuk produksi listrik sudah menipis pada Juni 2026.

“Artinya ini dari 1 Januari sampai dengan bulan Juni, dari 154 juta kurang 141 juta, itu kan berarti tinggal 13 juta. Masa batu bara habis di bulan enam? Ini ilmu apa lagi? Ya ini aku jujur-jujur saja nih, berarti kan ada sesuatu,” terangnya.

Bahlil menilai, masalah ini seharusnya mampu dimitigasi oleh PLN sebelum berimbas kepada masyarakat luas melalui pemadaman listrik bergilir yang telah terjadi beberapa waktu terakhir.

“Nah kalau pemerintah memberikan DMO, teknisnya kan (PLN), perusahaan, gitu. Jangan air sudah di batang leher baru teriak,” ujar Bahlil

Namun demikian, Menteri ESDM memastikan kejadian seperti ini tidak terulang lagi, dan pemerintah fokus untuk memenuhi kebutuhan listrik dalam negeri.

“Nah karena seperti itu, maka atas arahan Bapak Presiden, kami tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Sekarang sudah jalan normal. Dari beberapa yang harus ekspor ke luar kita tahan, (penuhi) kebutuhan dalam negeri dulu,” ungkap Ketua Umum Partai Golkar itu.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga mengawasi proses pengadaan batu bara bagi PLN guna mencegah terulangnya persoalan pasokan yang berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional.

“Pengadaannya harus transparan. Dan saya minta aparat penegak hukum awasi supaya jangan kelakuan begini setiap tahun muncul terus,” tandas Bahlil.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: