Pastikan Pasokan Listrik Aman, Bahlil Jamin Tak Ada Pemadaman

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 18 Juni 2026 | 15:39 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto/Sekretariat Presiden)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (Foto/Sekretariat Presiden)

BeritaNasional.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan jaminan masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan adanya pemadaman listrik di masa mendatang. Pemerintah memastikan pasokan listrik nasional dalam kondisi aman dan terkendali.

“Insyaallah nggak,” kata Bahlil yang dikutip dari Antara pada Kamis (18/6/2026).

Kepastian ini diperoleh setelah Bahlil menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. 

Keduanya merumuskan strategi matang demi menjaga pelayanan listrik kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Salah satu poin krusial yang digodok adalah skema pembayaran kompensasi dan subsidi untuk PT PLN (Persero).

Pemerintah ingin memastikan kondisi keuangan PLN tetap sehat dan memiliki kapasitas yang memadai guna menyalurkan listrik tanpa kendala.

“Jadi, secara umum, sudah dibahas tadi, nggak ada masalah,” ujarnya.

Amankan Pasokan Batu Bara dan Bentuk Tim Khusus

Mengenai kesiapan energi primer, Bahlil membeberkan bahwa kebutuhan batu bara tahunan PLN mencapai 154 juta metrik ton.

Saat ini, PLN sudah berhasil mengamankan kontrak pasokan sebesar 134 juta ton, sehingga menyisakan kekurangan minor sekitar 20 juta ton saja.

Meski begitu, tantangan muncul pada pemenuhan batu bara jenis kalori sedang. Banyak produsen enggan menjual ke PLN karena adanya ketimpangan harga yang cukup jauh.

PLN membeli batu bara dengan skema Domestic Market Obligation (DMO) seharga 70 dolar AS per ton, sementara Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode I Juni 2026 bertengger di angka 121,83 dolar AS per ton.

Guna mengatasi hambatan pasokan batu bara kalori sedang ini, Menteri ESDM bergerak cepat membentuk tim pengadaan khusus yang melibatkan lintas instansi.

“Dalam rangka pengawasan energi primer agar tidak begini terus, maka kami membentuk tim pengadaan. PLN, Dirjen Minerba, dan BPKP,” ujar Bahlil dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6).

Langkah taktis pembentukan tim ini juga merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden Prabowo Subianto. 

Kepala Negara memerintahkan Kementerian ESDM untuk segera berkoordinasi dengan PLN, Direktorat Jenderal Mineral dan Batu bara (Ditjen Minerba), serta BPKP guna menuntaskan masalah rantai pasok ini secara transparan.

Bahlil menegaskan kehadiran tim gabungan ini diharapkan mampu mengikis sumbatan komunikasi dan memastikan semua pihak bekerja dengan data yang sama demi kepentingan publik.

“Ini (pembentukan tim) agar tidak ada dusta di antara kita. Sudah capek ngomong sana lain, ngomong sini lain, tulis lain, baca lain, bikin lain. Aku tahu ada sesuatu, tetapi udahlah. Kita sama-sama memahami, yang penting kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk negara,” tandasnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: