Bungkam Uruguay 1-0, De la Fuente Sebut Spanyol Masih Jauh dari Performa Terbaik

Oleh: Tarmizi Hamdi
Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:00 WIB
Skuad dan ofisial Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. (Instagram/Timnas Spanyol)
Skuad dan ofisial Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026. (Instagram/Timnas Spanyol)

BeritaNasional.com - Pelatih Timnas Spanyol, Luis de la Fuente, menegaskan bahwa timnya masih memiliki banyak ruang untuk berkembang di Piala Dunia. Pernyataan ini dilontarkan usai La Roja memastikan diri keluar sebagai juara grup setelah menumbangkan Uruguay dengan skor tipis 1-0 pada laga Jumat waktu setempat.

Gol tunggal Alex Baena di babak pertama tidak hanya mengunci kemenangan kedua Spanyol di fase grup, tetapi juga sekaligus mengirim sang juara dunia dua kali, Uruguay, angkat koper lebih awal dari turnamen.

Meski menang, De la Fuente menyoroti aspek permainan timnya yang dianggap masih kurang greget, terutama dalam menghadapi taktik pressing ketat.

"Kami harus meningkatkan kecepatan operan dan ritme permainan. Pertandingan hari ini benar-benar menguras energi. Hampir mustahil bagi kami untuk melepaskan tiga atau engines empat operan beruntun. Ini adalah PR besar yang harus segera diperbaiki," ujar De la Fuente yang dikutip dari laman resmi FIFA pada Sabtu (27/6/2026).

Pelatih berusia 65 tahun itu juga menambahkan bahwa kreativitas serangan Spanyol tidak boleh monoton. "Kami perlu memikirkan cara mengalirkan bola dengan lebih dinamis dan menciptakan peluang dari berbagai sektor, tidak hanya bertumpu pada area sayap," imbuhnya.

Catatan statistik memang menunjukkan dominasi Spanyol yang melepaskan 637 operan, berbanding jauh dengan Uruguay yang hanya mencatat 305 operan. Namun, efektivitas serangan La Roja terbilang minim dengan hanya menorehkan satu tembakan tepat sasaran dari enam percobaan. Di sisi lain, Uruguay justru tampil mengancam lewat lima tembakan, yang memaksa kiper Unai Simon melakukan dua penyelamatan krusial.

"Mungkin penampilan kami tidak secemerlang di laga-laga sebelumnya, tetapi Anda tidak bisa selalu menuntut hal itu di setiap pertandingan. Ini adalah laga yang sangat menuntut fisik dan mental. Kuncinya, kami tetap tenang dan tidak terpancing emosi," kata De la Fuente.

Lolos ke 32 Besar dan Pujian untuk Bielsa

Spanyol kini bersiap menatap babak 32 besar yang akan digelar di Los Angeles pada 2 Juli mendatang. Walau calon lawan mereka belum dipastikan, De la Fuente memperingatkan anak asuhnya bahwa tensi pertandingan akan jauh lebih tinggi.

"Tekanan jelas akan meningkat setelah ini. Tim ini sudah kami bangun selama tiga setengah tahun. Kami adalah tim yang solid di lini belakang dan tetap berbahaya saat menyerang. Saya sangat bangga dengan kerja keras skuad ini hingga bisa memuncaki grup," tuturnya.

Terkait jalannya laga yang berlangsung keras—termasuk kartu merah yang diterima pemain Uruguay, Agustin Canobbio, usai melanggar Pau Cubarsi secara brutal—De la Fuente menegaskan rasa hormatnya kepada pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, tidak memudar.

"Kekaguman saya pada Marcelo Bielsa tetap sama. Sejak awal kami tahu laga ini akan menguji batas kemampuan kami. Hari ini semuanya diuji hingga titik maksimal, dan kami berhasil melewati tantangan tersebut," ucapnya tenang.

Sayangnya, kesuksesan Spanyol melaju ke fase gugur harus dibayar mahal dengan bertambahnya ruang perawatan tim. Dua winger andalan mereka, Yeremy Pino dan Nico Williams, menjadi tumbal dalam laga sengit ini.

Pino dilaporkan mengalami cedera bahu yang cukup parah, sementara Williams harus ditarik keluar akibat masalah otot.

"Untuk Nico, kita baru akan tahu kepastian kondisinya besok karena saat ini dia masih merasakan nyeri yang hebat. Sementara untuk Yeremy, cederanya cukup serius. Kami sangat khawatir dia terpaksa menyudahi turnamen ini lebih cepat," tandasnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: