Inggris Krisis Bek Kanan, Jarell Quansah Cedera Lawan Panama
BeritaNasional.com - Timnas Inggris kembali mendapat masalah di sektor bek kanan setelah Jarell Quansah harus ditarik keluar karena cedera saat menghadapi Panama pada laga terakhir fase grup Piala Dunia 2026 di New York New Jersey Stadium, Minggu (28/6/2026).
Quansah sebenarnya tampil sebagai bek kanan darurat dalam skema Thomas Tuchel, mengingat Reece James masih dalam pemulihan cedera.
Namun, pertandingan baru berjalan sekitar satu jam ketika sang bek terlihat kesakitan sambil memegangi pergelangan kakinya dan akhirnya digantikan.
Djed Spence masuk menggantikan Quansah, dan saat ini menjadi satu-satunya opsi bek kanan yang benar-benar fit di skuad Inggris. Situasi ini menjadi perhatian serius jelang babak 32 besar.
Sebelum cedera terjadi, Inggris sempat unggul lebih dulu lewat gol Jude Bellingham yang memecah kebuntuan di babak kedua. Namun, momen tersebut harus dibayar dengan kehilangan pemain di lini belakang.
Kekhawatiran di Sisi Kanan Pertahanan Inggris
Cedera Quansah menambah daftar masalah di posisi bek kanan yang memang sudah rapuh sejak awal turnamen. Inggris sebelumnya juga kehilangan Reece James, yang belum sepenuhnya pulih.
Dengan kondisi tersebut, Djed Spence kini menjadi opsi utama, meski karakter permainannya dinilai belum sepenuhnya cocok untuk peran yang menuntut keseimbangan bertahan dan membantu serangan.
Belum ada kepastian terkait tingkat cedera Quansah, namun situasinya berpotensi menjadi masalah serius bagi Inggris. Cedera pergelangan kaki bisa memerlukan waktu pemulihan mulai dari beberapa minggu hingga berbulan-bulan, tergantung tingkat keparahan.
Dengan final Piala Dunia dijadwalkan pada 19 Juli, peluang Quansah kembali bermain di turnamen ini dinilai kecil jika cederanya cukup serius.
Sorotan ke Keputusan Skuad Tuchel
Krisis di sektor kanan pertahanan juga mulai menyoroti keputusan Thomas Tuchel dalam pemilihan skuad. Absennya nama-nama seperti Trent Alexander-Arnold kembali menjadi bahan perbincangan, terutama di tengah terbatasnya opsi yang tersedia.
Tuchel sebelumnya memilih membawa skuad dengan pendekatan lebih defensif untuk turnamen di Amerika Utara, namun kondisi di lapangan kini memunculkan pertanyaan terkait kedalaman tim.
Jika Inggris gagal melangkah jauh, keputusan-keputusan ini berpotensi menjadi sorotan besar bagi sang pelatih.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu






