Produksi Ikan Dimaksimalkan Lewat Metode Keramba di Kaltim

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 29 Juni 2026 | 03:00 WIB
Pakai metode keramba untuk produksi ikan (Foto/Pixabay)
Pakai metode keramba untuk produksi ikan (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Pemanfaatan metode pemeliharaan keramba oleh kelompok pembudidaya ternyata menghasilkan pasokan produksi perikanan air tawar yang melimpah di Kalimantan Timur.

"Lewat metode keramba jaring apung ini, kami sangat terbantu untuk melipatgandakan hasil panen komoditas ikan nila pada setiap bulannya dengan mematuhi standar kualitas yang terus terjaga," ungkap Ketua Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Gawi Baimbai Sejahtera Loa Kulu, Muhmajadi.

Keberhasilan ini terlihat dari volume produksi perikanan menggunakan keramba yang menyumbang porsi hasil panen paling dominan sebesar 92.525 ton dari total 99.559 ton dalam setahun terakhir. 

Jenis ikan air tawar meliputi nila, mas, lele, hingga patin.

Ia mengatakan, wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara saat ini memang mendapatkan perhatian khusus untuk terus difokuskan oleh pemerintah daerah sebagai tulang punggung produksi ikan lewat percontohan Kampung Perikanan Budidaya komoditas unggulan ikan nila.

"Kami terus mengusahakan pendampingan teknis dan menyalurkan sarana prasarana yang lebih memadai agar kapasitas keramba milik masyarakat mampu memproduksi ikan tawar secara maksimal," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kaltim Irhan Hukmaidy.

Upaya pembinaan usaha secara intensif dan edukasi berkelanjutan, kini menyasar langsung kepada sekitar 95 kelompok masyarakat pembudidaya yang terus aktif beroperasi pada sejumlah kawasan binaan DKP Kaltim.

Selain terus memacu laju pertumbuhan kelimpahan kuantitas panen di keramba, DKP Kaltim juga mengawal jaminan kelayakan standar sanitasi serta kebersihan area perairan dari ancaman cemaran lingkungan.

"Kepatuhan pembudidaya terhadap pedoman keamanan pangan sangatlah krusial. Ini guna memastikan bahwa komoditas yang dipanen benar-benar bebas dari logam berat sehingga tetap aman saat dikonsumsi masyarakat," tegas Irhan.

Berkat sinergi dari tahapan hulu ke hilir ini, total pencapaian produksi perikanan pembesaran air tawar Kaltim mencatatkan angka mencapai 99.559 ton per tahun.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: