Makin Tajir di Periode ke-2, Trump Untung Lebih dari 1,4 Miliar Dolar AS dari Usaha Kripto

Oleh: Kiswondari
Rabu, 01 Juli 2026 | 15:03 WIB
Ilustrasi kerajaan bisnis Presiden AS Donald Trump. (BeritaNasional/ChatGPT)
Ilustrasi kerajaan bisnis Presiden AS Donald Trump. (BeritaNasional/ChatGPT)

BeritaNasional.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump makin tajir atau semakin sejahtera dari pundi-pundi bisnisnya di periode keduanya menjadi presiden. Berdasarkan laporan pendapatan terbaru yang dirilis, Trump mendapatkan keuntungan lebih dari 1,4 miliar dolar AS dari usaha mata uang kripto pada tahun lalu. 

Melansir Russian Today (RT) pada Rabu (1/7/2026), berkas setebal 927 halaman yang dirilis pada Selasa (30/6/2026) oleh Kantor Etika Pemerintah AS, menunjukkan bahwa pendapatan Trump yang terkait dengan kripto jauh melampaui sebagian besar pendapatan tradisionalnya dari properti dan resort.

Pendapatan terbesarnya adalah royalti senilai 635 juta dolar AS yang terkait dengan perjanjian lisensi dengan Celebration Coins. Diketahui, token meme $TRUMP diluncurkan sesaat sebelum pelantikannya pada Januari 2025 dan sempat melonjak ke nilai pasar miliaran dolar sebelum akhirnya runtuh. Sekarang, nilainya turun lebih dari 95 persen dari puncaknya, menyebabkan banyak investor yang terlambat berinvestasi mengalami kerugian besar meskipun Trump melaporkan pendapatan token tersebut senilai ratusan juta dolar.

Trump juga melaporkan lebih dari 525 juta dolar AS yang bersumber dari World Liberty Financial, sebuah perusahaan kripto yang didirikan bersama anak-anaknya dan rekan bisnisnya, termasuk utusan Steve Witkoff. Pengajuan tersebut juga mencantumkan 65 juta dolar AS lainnya dari penjualan saham, dan hampir 197 juta dolar AS hasil bersih dari transaksi stablecoin.

Presiden AS ini juga melaporkan kepemilikan "lebih dari 50 juta dolar" dalam bentuk bitcoin dan "Sekitar 5 juta dolar dan 25 juta dolar" dalam Ethereum, tetapi dokumen tersebut hanya memberikan gambaran sebagian dari kekayaan Trump.

Menurut aturan etika AS, pejabat dibolehkan untuk melaporkan nilai aset dalam rentang yang luas, dengan kategori tertinggi hanya tercantum sebagai "lebih dari 50 juta dolar AS", sehingga tidak mungkin untuk menghitung nilai penuh kepemilikan harta seorang presiden AS.

Namun, pendapatan dari sektor kripto tampaknya telah menjadi sumber pendapatan utama Trump. Sebagai perbandingan, ia melaporkan pendapatan sebesar 121 juta dolar AS dari Trump National Doral, naik dari 110 juta dolar AS setahun sebelumnya, dan 77 juta dolar AS dari Mar-a-Lago, naik dari 56 juta dolar AS.

Selain itu, ada lebih dari 86 juta dolar AS kepemilikan Trump yang sedang penyelesaian hukum dari beberapa perusahaan besar, termasuk Twitter/X, ABC, CBS, YouTube, dan Meta. Pengajuan tersebut juga mencantumkan berbagai pendapatan lisensi dan merek, termasuk kesepakatan yang terkait dengan jam tangan, sepatu kets, parfum, buku, dan produk bermerek Trump lainnya.

Terkait bisnis Trump, Gedung Putih menolak kekhawatiran tentang konflik kepentingan. Juru bicara Gedung Putih Anna Kelly mengatakan bahwa Trump telah "dengan bangga menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia" melalui tindakan eksekutif dan undang-undang yang mendukung industri tersebut. Dia pun menegaskan bahwa baik Trump maupun keluarganya tidak terlibat dalam konflik kepentingan, menyebut klaim tersebut sebagai "narasi usang dan salah".

Di sisi lain, para kritikus berpendapat bahwa usaha kripto Trump menimbulkan kekhawatiran etika yang belum pernah terjadi sebelumnya, karena pemerintahannya telah mendorong kebijakan yang menguntungkan industri yang telah memberikan penghasilan besar bagi keluarganya. Karena presiden tidak melepaskan diri dari bisnisnya atau menempatkan asetnya ke dalam perwalian buta sebelum kembali menjabat.

Dalam berkas yang sama, Ibu Negara Melania Trump juga memperoleh jutaan dolar dari perjanjian lisensi, termasuk lebih dari 10 juta dolar AS yang terkait dengan film dokumenter berjudul namanya sendiri dan lebih dari 6 juta dolar AS dari penjualan NFT dan barang koleksi.

Sumber: Russian Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: