Kuota Bedah Rumah Naik Drastis, Menteri PKP Tegaskan Keberpihakan Prabowo ke Rakyat Kecil
BeritaNasional.com - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan komitmen penuh pemerintah dalam menyokong masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Sejumlah langkah strategis mulai Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), penurunan suku bunga pembiayaan PT PNM, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan kini disiapkan sebagai bentuk keberpihakan nyata Presiden Prabowo Subianto.
"Ini semua paket lengkap dan target penerimanya adalah MBR sehingga tidak hanya membangun rumahnya, tapi perekonomiannya," kata pria yang akrab disapa Ara yang dikutip dari Antara pada Rabu (1/7/2026).
Salah satu gebrakan besar yang disoroti adalah lonjakan kuota Program BSPS. Pada tahun ini, Presiden Prabowo Subianto memutuskan untuk menaikkan kuota bedah rumah tersebut secara drastis menjadi 400 ribu unit, melonjak tajam dibanding tahun 2025 lalu yang hanya 45 ribu unit.
Kemudahan Pinjaman dan Penghapusan Biaya untuk Rakyat
Selain urusan fisik hunian, pemerintah juga memberikan berbagai stimulus keuangan yang meringankan bagi MBR.
Untuk Program KUR Perumahan, masyarakat tidak akan dibebankan jaminan jika plafon pinjaman berada di bawah Rp100 juta.
Skema bunganya dibuat sangat rendah, yakni hanya 0,5 persen per bulan atau setara dengan 6 persen per tahun.
Kabar baik lainnya juga menyasar sektor pembiayaan mikro melalui PT PNM serta kebijakan bebas biaya administratif.
"PNM sekarang (suku bunga) turun menjadi 8 persen. Tahun lalu Presiden Prabowo sudah membuat Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) yang tadi bayar menjadi gratis, itu bagian dari intervensi yang dihadirkan oleh negara," jelas Ara.
Ara menekankan indikator utama kesuksesan program BSPS ini sangat sederhana, yaitu mengubah rumah yang tadinya tidak layak huni menjadi layak dan nyaman bagi warga.
Pemerintah menyadari bahwa pelaksanaan program berskala besar ini tidak akan terlepas dari hambatan di lapangan.
Namun, komitmen di bawah kepemimpinan Prabowo dipastikan tetap kokoh untuk selalu berbuat yang terbaik demi rakyat.
"Kalau kendala pasti ada saja tapi kami berjuang untuk rakyat, keuntungan dikembalikan kepada rakyat," tambahnya.
Senada, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo menambahkan program bedah rumah ini tidak akan berjalan sendirian, melainkan diperkuat oleh program-program pendukung lain agar dampaknya makin terasa. Salah satu program yang diunggulkan adalah legalitas aset tanah.
"Program sertifikasi gratis, harapannya pemerintah setiap tahun 2 juta kepala keluarga bisa dapat sertifikat gratis dari pemerintah, ini khusus untuk MBR," tandas Hashim.
Sumber: Antara
EKBIS | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 21 jam yang lalu
PERISTIWA | 21 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







