Tarif Rp1 Dongkrak Penumpang MRT Jakarta hingga 567.633 Orang

Oleh: Lydia Fransisca
Kamis, 02 Juli 2026 | 06:38 WIB
Penumpang duduk di dalam kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Rabu (9/7/2025).  (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Penumpang duduk di dalam kereta Moda Raya Terpadu (MRT) di Jakarta, Rabu (9/7/2025). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - PT MRT Jakarta mencatat sebanyak 567.633 pelanggan menggunakan MRT saat penerapan tarif khusus Rp1 pada 22, 27, dan 28 Juni 2026 dalam rangka Hari Ulang Tahun Ke-499 Kota Jakarta.

Jumlah pengguna terbanyak tercatat pada hari pertama penerapan tarif khusus dengan 202.861 pelanggan.

Pada hari kedua, jumlah pengguna MRT Jakarta mencapai 195.545 pelanggan, sementara pada hari ketiga tercatat sebanyak 169.227 pelanggan.

Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Mega Tarigan, mengatakan pihaknya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang memilih menggunakan transportasi publik selama periode tersebut.

"Kami menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada masyarakat, baik dari dalam maupun luar kota, yang telah memilih menggunakan transportasi publik untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun Jakarta," kata Mega dalam keterangan resminya, Kamis (2/7/2026).

"Bagi kami, antusiasme tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan MRT Jakarta serta moda transportasi publik lainnya sebagai pilihan mobilitas yang aman, nyaman, dan andal," tambah Mega.

Ia berujar, MRT Jakarta terus berkomitmen meningkatkan layanan untuk mendukung Jakarta sebagai kota global.

"Sebagai Badan Usaha Milik Daerah Provinsi DKI Jakarta, MRT Jakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan berstandar internasional guna mendukung Jakarta sebagai Kota Global," ujar Mega.

Selain mencatat peningkatan jumlah pelanggan, MRT Jakarta juga mencatat Stasiun Blok M BCA dan Stasiun Dukuh Atas BNI, sebagai relasi perjalanan favorit atau stasiun asal dan tujuan yang paling banyak digunakan pelanggan.

Kedua stasiun tersebut merupakan titik yang terintegrasi dengan moda transportasi publik lainnya serta berbagai bangunan di sekitarnya.

Tingginya penggunaan kedua stasiun itu juga dipengaruhi oleh konektivitas dengan layanan feeder, program gaya hidup, serta berbagai kegiatan atau acara yang berlangsung di kawasan tersebut.

MRT Jakarta menyebut tingginya penggunaan Stasiun Dukuh Atas menunjukkan kawasan tersebut semakin berkembang sebagai simpul integrasi antarmoda bagi mobilitas masyarakat dari dan menuju Jakarta.

Sementara itu, kawasan Blok M terus tumbuh sebagai pusat aktivitas masyarakat perkotaan.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: