Iran Gelar Masa Berduka Nasional, Jutaan Orang Lepas Kepergian Ayatollah Ali Khamenei

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 03 Juli 2026 | 15:17 WIB
Warga berdoa untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta. (Beritanasional/Oke Atmaja)
Warga berdoa untuk mendiang pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei di Kediaman Duta Besar Iran, Jakarta. (Beritanasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Iran memulai masa berduka publik dan rangkaian prosesi pemakaman bagi mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. 

Prosesi besar ini akhirnya digelar setelah lebih dari empat bulan setelah gugurnya Khamenei dalam serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Februari 2026.

Dilansir dari BBC News, jenazah mendiang Ayatollah akan disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran, pada Jumat pada Jumat (3/7/2026) sebelum akhirnya dimakamkan di kampung halamannya, Mashhad, pada Kamis pekan depan. 

Pihak otoritas setempat memperkirakan prosesi pemakaman ini akan menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah modern Iran, dengan potensi dihadiri hingga 20 juta pelayat dari berbagai penjuru negeri.

Momen berkabung nasional ini berlangsung di tengah situasi geopolitik yang sangat sensitif. Saat ini, Iran dan Amerika Serikat sedang berada dalam fase gencatan senjata yang rapuh setelah kedua belah pihak menandatangani kesepakatan awal untuk menghentikan konflik pada bulan Juni lalu.

Rangkaian prosesi penghormatan terakhir sendiri akan dimulai dengan persemayaman jenazah selama tiga hari di Grand Mosalla, Teheran.

Di sana, jenazah Khamenei diletakkan berdampingan dengan jenazah anggota keluarganya yang turut menjadi korban tewas dalam serangan udara Februari lalu.

Setelah upacara pemakaman resmi kenegaraan digelar di Teheran pada hari Sabtu, jenazah mendiang Pemimpin Tertinggi akan dibawa melintasi perbatasan menuju kota suci Najaf dan Karbala di Irak, sebelum akhirnya diterbangkan menuju tempat peristirahatan terakhirnya di Mashhad.

Mengantisipasi gelombang massa yang luar biasa masif, Pemerintah Iran memberlakukan kebijakan penutupan dan pembatasan ketat di ibu kota. 

Otoritas setempat telah memerintahkan seluruh kantor pemerintahan maupun swasta di Teheran untuk tutup mulai hari Sabtu hingga Senin.

Selain itu, akses kendaraan pribadi ke pusat kota Teheran akan ditutup total demi kelancaran prosesi. Pembatasan ini juga berdampak pada jalur udara, di mana wilayah udara di atas Teheran akan ditutup sebagian mulai hari Jumat dan akan ditutup sepenuhnya pada hari Senin mendatang.

Sejumlah perwakilan dan pemimpin dari berbagai negara dijadwalkan hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dalam upacara resmi tersebut, salah satunya adalah Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif.

Di sisi lain, tongkat estafet kepemimpinan Iran kini telah resmi beralih. Ayatollah Ali Khamenei digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei. 

Kendati demikian, suksesi ini masih diselimuti misteri lantaran Mojtaba sama sekali belum pernah tampil atau terlihat di depan publik sejak dirinya ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi yang baru.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: