Qodari: Pelatihan SPPI Kini Berbasis Bela Negara dan Manajerial
BeritaNasional.com - Pemerintah melakukan penyempurnaan konsep pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dengan mengubah pola pelatihan dari yang sebelumnya berbasis latihan dasar kemiliteran dan manajerial menjadi pelatihan bela negara dan manajerial.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan, penyempurnaan dilakukan tanpa mengurangi kualitas peserta SPPI. Perubahan itu dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program karena adanya lima peserta SPPI meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa dan Nelayan Merah Putih.
"Kami ingin mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya profesional dan berintegritas, tetapi juga siap menyongsong program-program prioritas pemerintah dengan penuh rasa percaya diri," kata Qodari, Selasa (7/7/2026).
Menurut Qodari, nilai-nilai utama seperti pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, dan rasa cinta tanah air tetap dipertahankan.
Namun, metode pelaksanaannya akan disesuaikan agar lebih efektif serta lebih ramah terhadap kondisi fisik dan mental peserta.Ia meyakini perubahan metode pelatihan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program SPPI.
"Kami akan melihat lahirnya generasi penggerak yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan semangat bela negara," ujar Qodari.
Qodari menegaskan, pemerintah menempatkan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan peserta sebagai prioritas utama selama mengikuti pelatihan.
"Pemerintah tidak menutup mata. Pemerintah menerima setiap saran dari masyarakat sebagai wujud kepedulian bersama," ucap Qodari menandasi.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 18 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







