Suhu Bumi pada Juni 2026 Terpanas Kedua Sepanjang Sejarah

Oleh: Tim Redaksi
Jumat, 10 Juli 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi bumi. (Foto/Freepik)
Ilustrasi bumi. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Badan Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA) melaporkan dunia baru saja melewati Juni terhangat kedua sepanjang sejarah pada 2026. 

Melalui analisis terbaru yang dirilis pada Kamis (9/7/2026), NOAA juga menyoroti suhu permukaan laut global yang telah menembus rekor tertinggi baru untuk bulan tersebut.

Laporan dari Pusat Informasi Lingkungan Nasional (NCEI) NOAA ini mempertegas tren pemanasan global yang kian mengkhawatirkan, ditandai dengan menyusutnya es di kutub hingga meningkatnya aktivitas badai tropis di berbagai belahan dunia.

Suhu Global di Atas Rata-rata Abad Ke-20

Berdasarkan data NCEI, lonjakan suhu pada bulan lalu tercatat sangat signifikan jika dibandingkan dengan data historis bumi:

Kenaikan Suhu, suhu permukaan global pada Juni 2026 berada di angka 1,09 derajat Celsius lebih tinggi dari rata-rata suhu abad ke-20.

Angka ini menempatkan Juni 2026 sebagai Juni terpanas kedua sepanjang sejarah pengamatan, hanya kalah dari rekor ekstrem yang tercipta pada Juni 2024.

Dampak Wilayah: Gelombang cuaca yang lebih panas dari rata-rata ini menyelimuti sebagian besar wilayah dunia, bahkan beberapa benua secara resmi mencatat salah satu dari 10 bulan Juni terpanas mereka.

Penyusutan Es Kutub dan Ancaman Siklon

Dampak dari memanasnya suhu bumi ini terlihat nyata pada kondisi hidrometeorologi global. Aktivitas siklon tropis di seluruh dunia dilaporkan berada di atas rata-rata normal.

Selain itu, kondisi es di kedua kutub bumi juga berada dalam status kritis:

Luas es laut global pada Juni 2026 merupakan yang terkecil keempat dalam catatan satelit selama 48 tahun terakhir. Area es hanya meliputi 22,7 juta kilometer persegi, atau menyusut sekitar 2,02 juta kilometer persegi dari rata-rata periode tahun 1991–2020.

Laporan tersebut menambahkan bahwa akumulasi luas es laut di wilayah Arktik (Kutub Utara) maupun Antartika (Kutub Selatan) sama-sama ambles dan masuk dalam daftar 10 rekor es laut terendah untuk masing-masing wilayah.

Prediksi Akhir Tahun 2026

Tren kenaikan suhu ini diprediksi tidak akan mereda dalam waktu dekat. Jika dihitung sejak awal tahun, suhu permukaan global dari Januari hingga Juni tahun ini sudah menempati peringkat tertinggi ketiga dalam sejarah data berjalan.

Melalui Global Annual Temperature Outlook yang dirilis NCEI, para ilmuwan memproyeksikan bahwa tahun 2026 memiliki peluang yang sangat besar untuk berakhir di dalam daftar lima besar tahun terpanas yang pernah melanda bumi.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: